Tradisi Budaya Grebuhan Gunung Kidul

0 219

Tradisi Budaya Grebuhan Gunung Kidul

Gunungkidul  begitu banyak menyimpan warisan budaya dan tradisi leluhur yang adiluhung. Mulai dari ritual adat semacam rasulan, nyadran hingga kesenian tradisional dan budaya sosial kemasyarakatan seperti grebuhan.

Tradisi merupakan budaya sosial di masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Era modernitas seharusnya tidak melunturkan nilai-nilai tradisi yang kental dengan kearifan lokal tersebut namun justru kita dituntut untuk terus menjaga dan melestarikannya.

Sebutan grebuhan mungkin sudah terdengar asing bagi sebagian masyarakat khususnya di Gunungkidul. Grebuhan merupakan sebutan lain untuk kerja bakti.  Grebuhan / Kerja Bakti sebagai wujud kepedulian pada lingkungan.

Grebuhan atau kerja bakti juga menjadi barang mahal di masyarakat. Jika kondisi ini dibiarkan terus menyusut maka lambat laun rasa kepedulian masyarakat akan semakin hilang. Berbagai macam profesi atau pekerjaan bahkan kegiatan tertentu sering menjadi alasan mengapa seseorang tidak mengikuti kegiatan grebuhan atau kerja bakti.

Meskipun ada sebagian kelompok masyarakat yang memberlakukan sistem denda bagi yang tidak hadir namun ada yang lebih memilih membayar denda. Padahal tujuan sebenarnya sistem denda diberlakukan adalah untuk meminimalisir ketidakhadiran.

Di wilayah pedesaan, budaya grebuhan masih kental dan masih akrab untuk setiap kegiatan sosial. Kondisi lebih parah banyak terjadi di daerah perkotaan dimana percampuran masyarakat dari berbagai lapisan dan latar belakang menciptakan egoisme dan ketidakpedulian kepada sesama.  Perilaku hedonis yang merupakan efek propaganda bangsa Barat sudah sedemikian parah menjajah tiap individu di masyarakat.

Pesatnya perkembangan globalisasi dan teknologi informasi yang ’menjajah’ sampai ke pelosok kampung. Menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah untuk tetap menjaga warisan tradisi grebuhan agar tetap eksis di masyarakat.

Tidak menyangkal jika perkembangan teknologi juga memberikan perubahan positif bagi manusia. Namun tentunya masyarakat juga harus ingat bahwa dibelakangnya ada dampak negatif yang lebih besar jika kita tidak siap menerimanya. Sudah seharusnya kita menyiapkan filter yang kuat untuk menyaring hal-hal yang berpengaruh buruk serta bertentangan dengan tradisi dan kearifan lokal di masyarakat.

Source http://gdhe.web.id/ http://gdhe.web.id/budaya-sambatan-dan-grebuhan-kearifan-lokal-masyarakat-gunungkidul-yang-makin-memudar/
Comments
Loading...