Tradisi Budaya Gebyar Gajah Mungkur Wonogiri

228

Tradisi Budaya Gebyar Gajah Mungkur Wonogiri

Sebagai salah satu negara yang terdiri dari banyak suku bangsa, Indonesia menawarkan beragam wisata budaya menarik yang patut dijadikan alternatif wisata yang oke punya. Selain menawarkan pesona Labuhan Ageng dan Sedekah Bumi di Kahyangan, Wonogiri juga melebarkan pesona bagi penikmat wisata budaya melalui tradisi yang dikenal dengan nama Gebyar Gajah Mungkur. Acara Gebyar Gajah Mungkur merupakan rangkaian acara yang digelar sejak Hari raya Idul Fitri hingga 14 hari sesudahnya.

Mendengar nama Gebyar Gajah Mungkur, satu hal yang mungkin terlintas di pikiran Anda tentu saja tertuju sebuah waduk besar di Wonogiri bernama Waduk Gajah Mungkur. Keduanya merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan karena acara Gebyar Gajah Mungkur merupakan sebuah tradisi yang dilakukan di Sendang Asri di waduk kenamaan Wonogiri ini. Acara Gebyar Gajah Mungkur ini sendiri sudah dilakukan sejak berdirinya Waduk Gajah Mungkur. Waduk seluas 8800 ha ini terletak di sekitar 7 km dari pusat kota Wonogiri.  Dengan luas yang sedemikian besar, selain menghasilkan listrik untuk kawasan Wonogiri, Waduk Gajah Mungkur berfungsi untuk mengairi sawah ke wilayah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen.

Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonogiri ini digelar mulai tanggal 29 Juli hingga 10 Agustus. Acara ini merupakan salah satu alternatif wisata Wonogiri yang mensinergikan antara budaya, rekreasi dan olahraga. Acara yang diselenggarakan selama dua minggu ini akan diisi dengan beragam kegiatan menarik, mulai dari kesenian tradisional hingga kesenian modern seperti campur sari, parade band, orkes melayu yang ditutup dengan sebuah upacara unik bernama Andum Ketupat.

Andum sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti membagikan, sehingga secara keseluruhan Andum Ketupat merupakan acara bagi-bagi ketupat. Acara ini melibatkan Bupati Wonogiri dan masyarakat yang mencari nafkah disekitar kawasan Waduk Gajah Mungkur. Acara Andum Ketupat sendiri merupakan simbol Kawulo Gusti atau kebersamaan antara pemimpin dengan rakyat agar tercipta kehidupan yang Toto Tentrem Karto Raharjo.

Source http://yogyakarta.panduanwisata.id http://yogyakarta.panduanwisata.id/wisata-religi/mengenal-budaya-gebyar-gajah-mungkur-wonogiri/
Comments
Loading...