Tradisi Bucu Kendit Tuban

0 66

Tradisi Bucu Kendit Tuban

Menjelang petang di Desa Kedunghardjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, begitu berbeda. Warga berbondong-bondong menuju jembatan membawa sajian dalam wadah nampan. Sajian berupa nasi dan lauk-pauk yang dinamakan bucu kendit karena nasi berbentuk lancip atau bucu sebesar kepalan tangan orang dewasa yang biasa disebut kendit. Aneka ragam lauk seperti sayur urap-urap, tempe goreng, telur dan mi kering mengelilingi bucu.

Tradisi sesaji di malam syuro diadakan sebagai tolak balak agar seluruh desa selamat. Area dekat sungai atau jembatan pun biasa dipilih karena diyakini sebagai tepat makluk halus bersemayam. Sejatinya tradisi bucu kendit sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Menurut Karib, sesepuh Desa Kedunghardjo, bucu kendit rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun antusias warga terus menurun, dan perangkat desa mengingatkan agar warga meramaikan tradisi ini.

Bucu kendit dilaksanakan pada malam syuro, pada tanggal satu, sepuluh atau lima belas syuro. Dimulai dengan doa oleh sesepuh desa, kemudian warga bertukar bucu kendit dan tradisi diakhiri dengan makan bersama sajian yang telah disiapkan. Banyak warga yang berebut membawa pulang nasi bucu kendit yang hanya sekecil kepalan tangan, nasi bucu itu nantinya akan ditanam di depan rumah agar seisi rumah diberi keselamatan.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2014/11/26/bucu-kendit-malam-syuro

Leave A Reply

Your email address will not be published.