Tradisi Brokohan Di Desa Banaran Yogyakarta

0 42

Tradisi Brokohan Di Desa Banaran Yogyakarta

Brokohan atau Barokahan adalah wujud syukur dan permintaan keselamatan kepada Tuhan Yang maha Esa atas anugerah yang telah diberikan. Sebagai rasa terimakasih dan kepercayaan agar sesuatu yang telah didapatkan akan membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi seseorang tersebut.

Brokohan wilayah Desa Banaran, Kec. Galur, Kab. Kulon Progo, Yogyakarta dilakukan ketika adanya kelahiran anak hewan. Anak hewan ini tentunya hewan dari jenis raja kaya, yaitu hewan besar berkaki empat seperti kambing, sapi, atau kerbau.

Brokohan dilakukan beberapa hari setelah anak dari si hewan itu lahir. Tidak ada hari khusus kapan hewan itu diberikan upacara Brokohan, bahkan si pemilik hewan bisa memberikan upacara Brokohan sesaat setelah dia tahu hewan peliharaanya beranak.

Brokohan terdiri dari makanan dan lauk. Biasanya nasi atau nasi gurih/ nasi uduk yang diberi bumbu kacang kering. Kemudian ditambah gudhangan/ pecel yang terdiri dari sayur kol, bayam, kacang panjang, tomat dan kemangi. Didalamnya juga diberi suwiran daging ayam dan dibungkus dengan menggunakan daun pisang.

Selain membagikan makanan tersebut, si pemilik hewan juga mengadakan syukuran yaitu dengan membuat ingkung dan sesaji seperti pisang satu tundun, nasi tumpeng kecil, gelas yang diisi air dan daun dadap (Erythrina variegata), air teh dan beberapa camilan/ makanan pasar. Juga terdapat sebuah lintingan rokok dari tembakau.

Source http://blog.unnes.ac.id/ http://blog.unnes.ac.id/yusanprasetyo/2015/11/21/56/
Comments
Loading...