Tradisi Brobosan Kematian

0 925

Tradisi Brobosan Kematian

Tradisi yang dilakukan dengan cara berjalan di bawah keranda yang sedang berhenti biasanya dalam masyarakat Jawa disebut Brobosan. Yang biasanya dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam. Tradisi Brobosan ini dilakukan oleh anak dan cucu orang yang meninggal atau sanak saudaranya.Hal ini di memiliki makna sebagai bentuk penghormatan.

Tradisi ini dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian yang tidak berhenti sebelum ada tiga kali.Dimulai dari sebelah kanan jenazah, kemudian berbalik ke depan dan masuk lagi dari sebelah kanan.

Ada dua tujuan dari tradisi Brobosan yaitu bermaksud untuk menghormati orang yang meninggal dan juga bermaksud untuk mendapatkan swab atau tuah dari orang yang meninggal tersebut.

Menurut kepercayaan Jawa apalagi orang yang meninggal tersebut memiliki umur yang panjang, akan mempengaruhi usia sanak saudara yang melakukan Brobosan. Bila yang meninggal itu orang kesdik, maka ilmunya akan menurun pada orang yang menerobos.

Bila yang meninggal seorang perempuan, maka yang harus melakukan tradisi brobosan hanya sanak saudara yang terdekat dengan almarhumah. Demikian juga jika yang meninggal anak-anak atau remaja, tradisi brobosan tidak akan dilakukan.Sebab tradisi ini tidak berlaku bagi anak-anak yang meninggal dunia.Tradisi ini merupakan tradisi turun temurun.

Adapun cara pelaksanaan Tradisi Brobosan ini adalah :

1.Tradisi ini dilakukan di depan rumah orang yang telah meninggal. Orang-orang yang membawa keranda akan mengangkat tinggi-tinggi keranda mayat. Kemudian, doa dipanjatkan. Orang yang lebih tua memimpin jalannya acara.

2.Mereka melewati keranda dengan cara berjalan bergantian. Masing-masing diulangi hingga tiga kali. Berawal dari sebelah kanan jenazah, lalu sebelah kiri lalu ke depan hingga kembali ke sebelah kanan.

 

Source Tradisi Brobosan Kematian breaktime
Comments
Loading...