Tradisi Bobok Bumbung Warga Kroya

0 55

Melalui tradisi bobok bumbung, warga Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, Cilacap selalu tepat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Atau begitu Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB turun pajak tersebut langsung dibayar dan lunas. “Ini sesuatu yang menggembirakan,”ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di sela gelar Bobok Bumbung Desa Pesanggrahan, Kroya, Cilacap, Senin.

Menurutnya, dengan pendekatan kultural, ternyata masyarakat memiliki tradisi yang bagus. Pertama, mereka menampikan dengan adat, yang hidup dan berkembang. “Yang berikutnya ternyata itu masuk dalam sistem pemerintahan. Apa itu, membayar pajak, bahkan membayar pakajnya tepat waktu,”lanjutnya. Sedang menyiapkannya, warga dengan bergembira, maka terdisi bobok bumbung itu dengan hati yang bombong (gembira).

Dijelaskan, untuk itu Ganjar mengaku jauh-jauh dari Semarang ke Cilacap hanya ingin melihat langsung prosesi terebut, karena prosesi semacam itu tidak ada di tempat lain. “Masyarakat terlihat sangat gembira, dan ini perlu dicontoh daerah lain,” katanya.

Kepala Desa Pesanggrahan, Sarjo mengatakan, besarnya PBB tahun 2019 warganya yang harus dibayarkan sebesar Rp 70.357.276 dengan 2.056 wajib pajak. Pajak sebesar itu dinilai mengalami kenaikan sebesar 80 persen dibanding tahun sebelumnya. “Dan dengan sistem menabung melalui tradisi ‘Bobok Bumbung’ PBB bisa dibayar dengan tepat waktu,” ujarnya.

Karto Mulyono warga setempat menjelaskan, untuk membayar PBB itu diperlukan menabung selama tiga bulan. Dalam menabung itu dilakukan dengan menyimpan uang seadanya atau berapapun uang miliknya.  “Kadang sebanyak Rp 5.000, atau Rp 3.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000,”jelasnya. Adapun alasannya mau menabung itu, karena dirinya merasa senang jika warga desanya dengan guyub rukun bisa membayar PBB lunas dan tepat waktu.

Source https://krjogja.com https://krjogja.com/web/news/read/93190/Tradisi_Bobok_Bumbung_Cara_Tertib_Bayar_PBB_ala_Warga_Kroya
Comments
Loading...