Tradisi Bedah Waduk Peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto

0 97

Tradisi Bedah Waduk Peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto

Ribuan warga berebut menangkap ikan di sebuah tambak, dalam tradisi bedah sumber di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur. Tak hanya warga laki laki, para ibu ibu dan anak anak, rela mandi lumpur untuk berburu tangkapan ikan besar yang diinginkan. Tradisi bedah sumber tangkap ikan ini, digelar di sebuah tambak yang merupakan aset Desa Wonosari, Minggu pagi, dimulai sekitar pukul 07.30 WIB.

Setelah panitia memberikan aba aba dimulai, ribuan warga dan anak anak, langsung turun ke tambak sedalam 1 meter. Warga langsung berburu ikan, seperti ikan emas, ikan mujair, nila dan lele. Namun warga harus menangkap ikan menggunakan tangan, tidak diperbolehkan membawa alat tangkap ikan. Sambil berendam di lumpur, tangan-tangan warga memeriksa lubang tanggul tambak dan semak-semak untuk menangkap ikan. Tak butuh waktu lama bagi warga yang sudah pengalaman untuk mendapatkan ikan buruannya. Ikan yang berhasil ditangkap, oleh warga ditaruh keranjang yang sudah disiapkan.

Tradisi bedah sumber sengaja digelar pihak Desa Wonosari, untuk menjaga silaturahmi antar warga. Selain menggratiskan ikan yang ditangkap warga, panitia desa juga menyiapkan banyak hadiah hiburan, bagi warga yang berhasil menangkap ikan paling besar.

Source Tradisi Bedah Waduk Peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto Merdeka.com
Comments
Loading...