Tradisi Baritan Masyarakat Indramayu

0 84

Tradisi lain yang masih dilakukan oleh warga di Indramayu adalah Baritan. Baritan dilakukan pada bulan-bulan tertentu yang dianggap masyarakat dalam keadaan kesusahan atau menolak wabah penyakit. Baritan hanya dilakukan warga pada blok atau gang masing-masing. Biasanya dilakukan pada perempatan jalan, ujung jalan atau di sawah. Maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara Baritan adalah memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar masyarakat setempat dijauhkan dari musibah wabah penyakit.

Kata baritan kemungkinan berasal dari bahasa Sunda yang artinya “waktu menjelang magrib” antara pukul 16.00 sampai 18.00. Baritan = buritan, burit artinya malam, ini ada kaitannya dengan waktu penyelenggaraan upacara. Setelah ritual selesai mereka makan bersama-makan di tempat itu juga. Pihak yang terlibat upacara adalah anggota masyarakat dan para sesepuh setempat.

Baritan dilakukan sebagai rasa syukur atau sedekah dan berdoa agar menolak bala. Jika ada orang dari daerah lain maka orang tersebut dipersilahkan untuk ikut makan bersama, berbeda dengan Munjung atau Ngunjung dilakukan oleh warga satu desa atau pedukuhan tertentu dan waktunya hanya setahun sekali menjelang musim penghujan tiba, sedangkan baritan biasanya dilakukan sampai tujuh kali dalam setahun dan dilakukan pada sore jumat sebelum magrib.

Source Upacara Baritan (Indramayu) Baritan
Comments
Loading...