Tradisi Barit Desa Jawa Tengah

0 13

Tradisi Barit Desa

Prembun adalah desa di kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terletak di ujung wilayah Banyumas, berbatasan dengan Desa Rowokelele, Kebumen, di sebelah timurnya. Di sisi barat, Prembun berbatasan dengan Desa Gebangsari; dan di sebelah utara dengan Desa Pesantren. Sisi sebelah selatan dibatasi oleh Kali Ijo, yang sekaligus merupakan batas antara Kabupaten Banyumas dengan Kebumen. Desa Prembun terdiri atas 4 dusun, yaitu Prembun Lor, Prembun Kidul, Prembun Rawakele, Prembun Rawagembol-Rawadawa, masing-masing dipimpin oleh seorang kepala dusun yang disebut bahu (baca: bau).

Prembun didirikan oleh Mbah Abdul Hamid (Dulkamid), salah seorang pengikut Pangeran Diponegoro, sekarang makamnya terletak di Pemakaman Unthuk Batur, masuk wilayah Dusun Rawagembol. Desa Prembun merupakan salah satu produsen beras di Banyumas, selain itu menghasilkan pula sayur mayur, seperti kacang panjang, ketimun, pare, oyong, bayam, caisin, cabe, ubi kayu dan ubi jalar.

Pemerintah Desa Prembun Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas dengan dukungan dari warga masyarakat Desa Prembun senantiasa menjaga dan memelihara tradisi yang telah berjalan dari para leluhur. Salah satu tradisi tersebut adalah Barit Desa yang bertujuan melestarikan tradisi dan budaya untuk menyambut datangnya masa tanam padi setiap tahunnya. Tujuan dari tradisi tersebut adalah untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar usaha petani di Desa Prembun dalam mengolah tanah pertanian senantiasa diberikan keselamatan dan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tradisi Barit Desa terdiri dari berbagai acara tradisi lainnya, dimulai dari acara bebersih makam, tasyakuran metri bumi, lenggeran dan penampilan wayang kulit semalam suntuk. Tradisi yang sudah dilaksanakan dari zaman dahulu ini merupakan salah satu peninggalan dari para pendiri desa Prembun.

Tradisi Bebersih makam dilaksanakan pada pagi hari pelaksanaan tradisi baritan, dengan membersihkan makam kermat yang ada di desa prembun bernama “unthuk bathur” yang berarti gunduka tanah yang didalam komplek makam tersebut juga terdapat makam dari pendiri desa Prembun “Mbah Abdul Kambid (dulkamid)”.

Setelah selesai membersihkan makam dilanjutkan dengan pelaksanaan seni lengger di salah satu infrastruktur penting di desa prembun sebagai pengatur irigasi di desa prembun yaitu Dam Kecepak. Disana diadakan seni lenggeran dari mulai pukul 12.00 siang.

Setelah melaksanakan lenggeran di susul dengan tradisi metri bumi (tasyakuran tumpengan). Tradisi ini dilaksanakan setelah sholat isya bersama – sama dengan seluruh masyarakat desa prembun.Setelah tradisi metri bumi dilanjutkan dengan adanya pagelaran wayang semalam sunutuk yang mengakhiri rangkaian tradisi barit desa.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Barit-Desa/
Comments
Loading...