Tradisi Ayam Panggang dan Dawet, Saat Bermunajat di Petilasan Mbah Janjang Blora

0 36

Tradisi Ayam Panggang dan Dawet, Saat Bermunajat di Petilasan Mbah Janjang Blora

Meski telah beberapa kali turun hujan, warga Desa Jiken Kecamatan Jiken Kabupaten Blora masih kekurangan air bersih. Melihat kondisi ini, pemerintah desa setempat menginisiasi pelaksanaan Salat Istisqa di Masohan, tempat yang dikeramatkan oleh warga desa setempat.

Masohan, oleh penduduk setempat, dipercaya sebagai tempat dimana Eyang Jatikusumo atau Mbah Janjang mengambil air wudhu sebelum melaksanakan salat. Di tempat ini, mereka membawa serta ayam panggang dan dawet, dua sajian kesukaan sesepuh Jiken tersebut.

Salat Istisqa, adalah salat untuk memohon turunnya hujan, dipimpin oleh Kyai Abdul Kholiq. Dalam salat ini, disampaikan pula Khotbah Istisqa oleh Kyai Syifaun Niam. Usai salat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga menyantap ambeng atau sajianayam panggang dan dawet. Sejak tiga hari sebelumnya, mereka bersama berpuasa sebagai rangkaian dari salat istisqa tersebut.

Uniknya, saat pelaksanaan kegiatan tersebut, sebelum salat Istisqa dimulai hujan turun dengan derasnya. Meski demikian, warga tetap menggelar ritual tersebut lantaran sudah terlanjur memasak ayam panggang dan mebuat dawet.

Masohan terletak di utara Desa Jiken, berada di kawasan tengah hutan. Di kawasan itu, terdapat aliran air yang meski kemarau tak pernah berhenti mengalir. Usai salat Istisqo, beberapa warga menyempatkan mandi di lokasi tersebut.

Source https://kumparan.com/ https://kumparan.com/beritabojonegoro/tradisi-ayam-panggang-dan-dawet-saat-bermunajat-di-petilasan-mbah-janjang-blora-1541837395868452471
Comments
Loading...