Tradisi Apeman Di Keraton Yogyakarta

0 205

Tradisi Apeman Di Keraton Yogyakarta

Ada banyak tradisi dan upacara adat yang bisa kita dapati dari Keraton Yogyakarta. Salah satu yang paling populer dan dinanti adalah Grebeg Sekaten atau Grebeg Muludan yang biasanya diadakan pada Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada saat itu, gunungan berisi kue, makanan, sayuran, dan buah-buahan yang sudah didoakan akan ditandu keluar Keraton dan diperebutkan oleh masyarakat yang memadati alun-alun.

Tradisi lainnya yaitu  apeman. Tradisi ini biasanya dilakukan di lingkungan keraton untuk memperingati hari raya kenaikan tahta Sri Sultan Hamengkubuwono. Sesuai namanya, apem yang terbuat dari beras ketan menjadi makanan yang dijadikan sesaji. Tidak seperti apem yang sering kita dapatkan di pasaran, apem ini dibuat dengan ukuran jumbo alias besar dan yang membuatnya lebih spesial lagi, apem ini hanya boleh dibuat oleh wanita bahkan termasuk di dalamnya istri raja, anak, dan para keturunan raja lainnya dengan alasan “Wanita adalah pelayan pria”.

Selanjutnya, apem akan dibagikan kepada abdi dalem keraton. Ada 2 jenis apem untuk dibagikan, yaitu apem dengan ukuran yang besar dengan diameter kurang lebih 20 cm atau apem mustaka yang dibagikan khusus untuk Abdi dalem berposisi tinggi, dan apem biasa dengan diameter kurang lebih 10 cm untuk Abdi dalem lainnya. Benar-benar terasa, ya kerajaannya. Kue Apem dalam prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan syukur sekaligus permohonan ampunan atas segala kesalahan.

Source http://jogja.semberani.com/ http://jogja.semberani.com/sambut-ramadhan-jogja-punya-tradisi/
Comments
Loading...