Tradisi Aduk Jenang di Candi Songgoriti Kota Batu

0 69

Tradisi Aduk Jenang di Candi Songgoriti Kota Batu

Candi Songgoriti, di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto menjadi pusat kegiatan tradisi Manghanyubagyo Sasi Suro Njenang Suro Bareng.  Tradisi ini merupakan tradisi rutin setiap tahun dan dilakukan setiap malam Suro di Tahun Baru Hijriyah.

Tradisi ini, disebut sebagai uri-uri budaya leluhur. Juru Kunci Candi Songgoriti, menurut Hariyoto, tradisi budaya ini bermaksud untuk mengungkapkan rasa syukur terima kasih kepada Yang Maha Kuasa dari nikmat yang telah diberikan. Dengan melibatkan masyarakat sekitar bersama-sama mengaduk jenang di wajan besar,” menurut dia  sebelum tradisi Ngudek Njengan dimulai.

Ngudek Jenang ini menggunakan bahan-bahan hasil bumi. Seperti, beras jawa 17 kilogram, kelapa 34 buah, kacang 2 kilogram. Nanti akan disajikan dengan lauk pauk seperti abon, bergedel, kering tempe dan telor dadar. Yang mengudek atau mengaduk jenang ini nantinya adalah warga sekitar.

Tradisi jenang ini akan dipersembahkan untuk yang Maha Kuasa. Baru, disuguhkan untuk warga sekitar untuk dinikmati. Wajan yang digunakan ini berdiameter 90 centimeter. Dalam tradisi budaya ini turut hadir juga tokoh agama, tokoh masyarakat, Kapolsek Batu. Masyarakat ini nanti mengaduk jenang secara bergantian menggunakan pengaduk dari bambu.

Menurut Forum Lingkungan Songgoriti, Drs Zuri mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan selain sebagai bentuk rasa syukur juga sebagai bentuk untuk mempererat tali silaturahim warga Songgoriti. Dengan simbol mengaduk jenang, akan timbul rasa kebersamaan. Di sela-sela mengaduk jenang ini, juga akan diisi dengan pembacaan Macapat. Tradisi budaya ini juga sebagai tolak bala.

Source Tradisi Aduk Jenang di Candi Songgoriti Kota Batu Surya Malang
Comments
Loading...