Topeng Tunggal Betawi

0 135

Topeng Tunggal

Perkembangan Tari Topeng tunggal Khas Betawi dari pertama diciptakan sampai sekarang memiliki perubahan fungsi dimana pada awalnya Tari Topeng Tunggal Betawi diciptakan untuk kegiatan mengamen dari kampung ke kampung. Selain itu Tari Topeng menjadi satu kesatuan dari Topeng Betawi, kata Topeng disini diartikan sebagai sebuah pertunjukan seperti yang dipaparkan oleh Rachmat Ruchiat (1996: 8) “Sebagai teater, topeng betawi merupakan gabungan beberapa cabang seni yaitu musik, tari, lawak dan lakon. Dalam pertunjukan lengkap, sesudah pertunjukan lakon biasanya ditutup dengan cerita singkat yang memainkan cerita keluarga Pak Jantuk.”

Seiring dengan perubahan fungsi pada pertunjukan topeng Betawi, hal ini juga membuat tari Topeng Tunggal mengalami perubahan dimana pada awalnya Tari topeng Tunggal di pertunjukan untuk mengamen, sarana ritual dalam pertunjukan topeng Betawi, sebagai tarian awal atau akhir dalam pertunjukan topeng Betawi, kini tari topeng tunggal menjadi tarian yang berfungsi sebagai sarana hiburan baik hajatan perkawinan, khitanan maupun acara besar lainnya.

Tari topeng tunggal tidak lagi sebagai satu rangkaian pertunjukan topeng Betawi melainkan sebagai Tarian khas dari Betawi. Setelah tari topeng tunggal, lahir tari-tarian yang masuk ke dalam rumpun tari topeng lainnya, tetapi meskipun masuk kedalam rumpun tari topeng, hanya tari topeng tunggal yang menggunakan properti topeng atau kedok dalam penyajian tariannya. Disini gerakan pada tari topeng tunggal sudah dibakukan, berbeda dengan tari topeng lainnya yang gerakannya masih bisa di kreasikan sesuai dengan pola musik yang ada.

Koreografi dalam tari Topeng Tunggal khas Betawi memiliki tiga karakter gerak yang berbeda dari setiap penyajian Baik dari segi tempo, ruang gerak yang berbeda, hal ini dikarenakan Topeng Tunggal memiliki tiga karakter yang berbeda dalam satukali pertunjukan utuh yang diwakili dengan menggunakan kedok untuk menggambarkan dari masing-masing tarian. Diawali dari Tari Panji yang menggunakan kedok berwarna putih berkarakter lembut, dilanjutkan dengan Tari Samba yang menggunakan kedok berwarna pink atau merah muda dimana menggunakan karakter lincah, dan yang terakhir adalah Tari Jingga menggunakan kedok berwarna merah menggambarkan karakter yang kuat penuh dengan amarah. Struktur gerak dalam tari Topeng Tunggal dari karakter pertama sampai ketiga sebenarnya memiliki pola gerak yang hampir sama, tetapi yang membedakan disini hanya ruang gerak yang semakin luas, cepat lambatnya tempo gerak, dan kuat lembutnya gerak sesuai dengan karakter yang dibawakan.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Topeng-Tunggal-1/
Comments
Loading...