“Topeng Blantek” Tari Kreasi Asli Betawi-Bogor

0 349

Istilah Blantek dalam kesenian ini adalah campur aduk, tidak terlalu jelas, tidak semestinya atau masih dalam tahap belajar. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa Blantek itu akronim dari Blan dan Tek. Blan asal kata dari musik rebanan yang dipergunakan untuk mengiringi seni Blantek. Sedangkan tek asal kata dari kotek nama salah satu rebana pada alat musik kesenian tersebut. Blantek dalam arti tidak karuan campur aduk dan tidak semestinya didasari oleh anggapan bahwa kesenian ini dalam penyajiannya memasukkan unsur-unsur kesenian lain seperti rebana, ketuk tilu, dan topeng. Demikian pula bentuk kesenian ini tidak jauh berbeda dengan topeng yang berada di Cisalak.

Tari Blantek Jaman Dulu

Dahulu tari Ronggeng Blantek dipentaskan sebagai pembuka pertunjukkan Topeng Blantek. Topeng Blantek sendiri adalah pertunjukan teater rakyat yang biasa dipentaskan untuk menghibur para tuan tanah saat itu. Topeng Blantek biasanya menceritakan tentang kehidupan masyarakat Betawi sendiri, yang dikemas dengan lawakan. Topeng merupakan sebutan untuk seni peran atau lawakan, sedangkan nama blantek diambil dari suara musik pengiring yang selalu berbunyi blan blan crek.

BLANTEK

Pertunjukkan Topeng Blantek selalu dibuka dengan Tari Ronggeng Blantek. Tarian ini dipentaskan oleh 4-6 orang perempuan dengan mengenakan pakaian yang berwarna serba cerah. Bagian depan pakaian dihiasi dengan payet dan manik-manik, sementara bagian pinggangnya dilengkapi dengan selendang. Hiasan kepala penari Ronggeng Blantek makin menunjukan adanya pengaruh Tionghoa dalam tari kreasi ini.

Gerakan tari Ronggeng Blantek sangat cepat, berenergi, dan luwes. Banyak istilah dalam gerak tari Ronggeng Blantek, antara lain seperti rapat tindak, selancar tindak, puter goyang, geol, dan lainnya. Sementara musik yang mengiringi tari Ronggeng Blantek berasal dari perpaduan alat musik tanji, seperti terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan.

Perkembangan Tari Blantek Sekarang

Kesenian Blantek dewasa ini telah banyak dipengruhi oleh kesenian POP dan Dangdut. Masuknya musik POP dan Dangdut ini tidak hanya berupa lagu-lagu tapi juga alat musiknya. Demikian pula tari Jaipongan.

Kesenian ini sekarang masih hidup di daerah Parung Bogor, Waktu dan tempat pertunjukan topeng Blantek pada dasarnya sama dengan pertunjukan topeng Cisalak yaitu pada malam hari dipanggung balandongan. Perbedaannya terdapat pada struktur pertunjukan. Struktur pertunjukan topeng Blantek adalah sebagai berikut:

  1. Penyajian dzikir dan puji-pujian
  2. Musik jiro
  3. Penyajian tari Blantek
  4. Penyajian cerita komedi

Secara keseluruhan pertunjukan Blantek dengan urutan sebagai berikut:
Penyajian dzikir dan puji-pujian. Lagu-lagu puji-pujian dan dzikir diiringi instrumen musik rebana. Lagu-lagu ini syairnya menggunakan bahasa Arab yang berisi tentang pujian kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW dan selanjutnya penyajian lagu Gending Jiro. Lagu ini merupakan lagu-lagu pujian dengan musik iringan tari Blantek. Selesai penyajian lagu jiro dilanjutkan dengan penyajian tari Blantek, Jali-jali dan Lenggang Kangkung. Selain itu ditampilkan juga lagu-lagu Ketuk Tilu dan Kliningan termasuk lagu-lagu kreasi baru. Pada jaman sekarang ditampilkan juga lagu-lagu dangdut.

Berikutnya penyajian tari Blantek dan ronggeng topeng yang gerakannya bersumber dari tari Topeng Badawa dan Ketuk Tilu. Sebagai puncak pertunjukan ditampilkan cerita komedi. Cerita-cerita yang sering ditampilkan adalah Prabu Zulkarnaen dan Ngarah Barni. Alat musik yang dipergunakan dalam pertunjukan Blantek adalah Rebana (Biang, Katek dan Kebuk), Kendang, Jihan/Rebab, Kecrek dan Goong. Pada jaman sekarang ditambah dengan alat musik diantonis seperti Gitar melodi, Bas dan Keyboard.

Source "Topeng Blantek" Tari Kreasi Asli Betawi-Bogor "Topeng Blantek" Tari Kreasi Asli Betawi-Bogor "Topeng Blantek" Tari Kreasi Asli Betawi-Bogor
Comments
Loading...