budayajawa.id

Tingkatan Pelapisan Sosial Dalam Sistem Kemasyarakatan Di Jawa

0 15

Berdasarkan adat istiadat Jawa pada tempo dulu didalam budaya kemasyarakatan Jawa dari pelapisan sosialnya dapat dibedakan dalam 4 tingkatan atau golongan, yaitu:

  1. Ningrat atau Bendara adalah kelas tertinggi dalam masyarakat Jawa. pada tingkatan ini biasanya diisi oleh para anggota keraton, atau kerabat-kerabatnya, baik yang memiliki hubungan darah langsung, maupun yang berkerabat akibat pernikahan. ningrat atau bendara
  2. Priyayi ini sendiri konon berasal dari dua kata bahas Jawa, yaitu “para” dan “yayi” atau yang berarti para adik. Biasanya kaum priyayi ini terdiri dari para pegawai negeri sipil dan para kaum terpelajar yang memiliki tingkatan pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya. priyayi
  3. Priyayi modern, golongan ini tidak merujuk kepada seluruh masyarakat suku Jawa yang beragama muslim, tetapi, lebih mengacu kepada para muslim yang dekat dengan agama, yaitu para santri yang belajar di pondok-pondok yang memang banyak tersebar di seluruh daerah Jawa.
  4. Wong cilik atau golongan masyarakat biasa yang memiliki kasta terendah dalam pelapisan sosial. Biasanya golongan masyarakat ini hidup di desa- desa dan bekerja sebagai petani atau buruh. Golongan wong cilik pun dibagi lagi menjadi beberapa golongan kecil lain yaitu: wongcilik.

Namun dengan perkembangan budaya dan adat istiadat di Jawa untuk masalah pelapisan atau penggolongan masyarakat Jawa ini sudah tidak terlalu mereka permasahkan. Hanya saja untuk tata krama dalam perilaku dan bahasa (singkatnya dalam bahasa Jawa disebut dengan Unggah-Ungguh) itu yang tetap harus dijaga dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Source https://www.slideshare.net https://www.slideshare.net/fajarsyahruramdhan/budaya-jawa-manajemen-indonesia
Comments
Loading...