Tepak Seeng Kesenian dari Bogor

0 54

Parebut Seeng atau ada juga yang menyebut Tepak Seeng, adalah kesenian tradisional yang hidup di sebagian wilayah Kabupaten Bogor. Kesenian ini dinamakan Parebut Seeng karena salah satu dari acara dalam upacara adat pernikahan itu adalah memperebutkan seeng. Seeng artinya  dandang yakni alat dapur yang biasanya dipergunakan untuk menanak nasi atau mengukus berbagai jenis makanan.

Kesenian ini terkait dengan upacara adat pernikahan yang di lakukan sebelum upacara akad nikah. Pelaksanaan atraksinya dilakukan setelah kedua belah pihak yang akan bebesanan memperkenalkan diri. Kedatangan mereka biasanya disambut dengan sukacita oleh keluarga calon mempelai wanita, kemudian mereka melaksanakan upacara adat penyambutan. Dimulai oleh Biasanya, setelah wakil dari rombongan calon pengantin pria, datang ke rumah calon pengantin wanita, seorang wakilnya yang disebut bobotoh, beruluk-salam, memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud dan tujuan nya. Ia  kedatangannya. Keluarga calon pengantin wanita, yang juga diwakili oleh bobotoh, kemudian membalas salam dari keluarga calon pengantin pria seraya mengatakan bahwa maksud dan tujuan kedatangannya dapat dipahami.

Akan tetapi, untuk menguji bahwa calon pengantin pria itu benar-benar lelaki perkasa, pihak keluarga calon pengantin pria mengajukan tantangan, yakni akad nikah hanya bisa dilaksanakan jika menceritakan bahwa maksud kedatanganya ialah untuk melamar dan jika lamaran itu diterima maka pihak calon pengantin wanita harus sanggup dapat merebut seeng yang dibawa oleh salah seorang pesilat / jawara dari pihak pria.

Setelah maksudnya itu selesai diutarakan, maka Pihak calon pengantin wanita menjawab maksud kedatangan mereka dan menerima lamaran serta bersedia untuk merebut seeng tersebut menerima tantangan tersebut. Kedua pesilat Jawara dari kedua belah pihak lalu kemudian berlaga saling mengadu keterampilan silatnyakekuatan. Dahulu, pihak yang harus bisa merebut seeng tersebut adalah pihak calon pengantin pria, namun kini diubah menjadi sebaliknya.

Source http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/ensiklo-det.php?id=32&lang=id http://www.disparbud.jabarprov.go.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.