Tembang Macapat Durma

0 456

Tembang Macapat Durma

Tembang Macapat Durma adalah tahap ke delapan dalam tataran tembang Jawa. Tahap ini adalah tahap yang melalaikan. Sebelumnya, anak adam pastilah sering mengadu kepada Tuhan-Nya sebab Ia rajin meminta.

Pada saat semua sudah dituruti, hal-hal keduniawian perlahan-lahan mulai menggerogoti hati untuk cenderung berfoya-foya. Hal tersebut yang sering terjadi pada zaman sekarang ini. Alangkah baiknya pada masa belum mendekati tua maka pergunakanlah waktu kalian dengan sebaik-baiknya.

Menggambarkan manusia kufur adalah penggambaran dari tembang macapat yang satu ini. Di dalam kekufurannya, manusia sudah tidak lagi memperhatikan etika. Dalam Istilah Jawa keadaan semacam ini disebut dengan istilah munduring tata krama atau terjadinya kemunduran sopan santun. Hal semacam itu sebaiknya sangat di hindari dalam diri manusia.

Pada kenyataannya kekuasaan sering melupakan kekuasaan Yang Mahas Esa. Dengan kekuasaan dan jabatan yang dimiliki manusia, manusia seakan-akan menjadi angkuh dan berpendapat bahwa kehendak dirinyalah yang bisa merubah semuanya. Anggapan itu adalah salah besar, bila sudah berhasil dan sukses sedemikianlah bermanfaat untuk orang yang ada di sekeliling kita.

Keadaan semacam ini menjadi noda yang akan melahirkan sikap-sikap sombong, congkak, ingin menang sendiri, egois dan watak-watak kasar lainnya karena merasa dirinya paling berkuasa. Hal itu yang di gambarkan pada tembang macapat yang satu ini, masih banyak lagi makna dan pesan yang terkandung dalam tembang macapat yang lainnya.

Source Tembang Macapat Durma accademicindonesia.com
Comments
Loading...