Upacara Tingkepan di Jawa

0 839

 Upacara Tingkepan di Jawa

Masyarakat Jawa kental akan tradisi dan adat yang dimilikinya. Hal ini di lakukan agi ibu yang sedang hamil tujuh bulan yang kemudian dimandikan dengan air kembang setaman, disertai dengan doa-doa khusus. Hal tersebut langsung di lanjutkan dengan tingkepan, tata caranya ialah sebagai berikut :

    1. Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak tujuh orang. Bermakna mohon doa restu supaya suci lahir dan batin. Setelah upacara siraman selesai, air kendi tujuh mata air dipergunakan untuk mencuci muka, setelah air dalam kendi habis, kendi dipecah.
    2. Memasukkan telur ayam kampong ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melalui perut sampai pecah, hal ini merupakan harapan supaya bayi lahir dengan lancar tanpa suatu halangan. Berganti nyamping sebanyak tujuh kali secara begantian, disertai kain putih. Kain putih sebagai dasar pakaian pertama, yang melambangkan bayi yang akan dilahirkan adalah suci, dan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Diiringi dengan pertanyaan “sudah pantas atau belum” sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas” sampai yang terakhir ke tujuh kali dengan kain sederhana dijawab “pantas”. Adapun nyamping yang dipakaikan secara urut dan bergantian berjumlah tujuh dan diakhiri dengan motif yang paling sederhana, urutannya adalah sebagai berikut:
    1. Sidoluhur
    2. Sidomukti
    3. Truntum
    4. Wahyu Tumurun
    5. Udan Riris
    6. Sido Asih
    7. Lasem sebagai kain
    8. Dringin sebagai kemben

Langkah-langkah tersebut harus di lakukan guna terselenggaranya dan  tercapainya tujuan dari kegiatan tersebut. Sehingga harus di laksanakan dengan khitmat dan teratur, biasanya hal ini selalu di selenggarakan sebagai bentuk adat yang secara turun temurun sudah ada sejak zaman dahulu, sejak nenek moyang dan sekarang di jadikan suatu tradisi di berbagai tempat dan wilayah.

Source Tata Cara Upacara Tingkepan Di Jawa satrio lokajaya
Comments
Loading...