Tarian Bedhaya Sabda Aji

0 233

Tari bedhaya adalah tari putri klasik gaya Yogyakarta yang dianggap sebagai tarian pusaka yang ditarikan oleh sembilan puteri dan bertemakan tentang legenda, babad, atau sejarah. Karena tari bedhaya di tarikan oleh sembilan penari maka tari bedhaya juga disebut dengan tari bedhaya sanga.

Sabda Aji, artinya kurang lebih perintah raja (dhawuhe Sang Nata) atau titah raja. Raja yang dimaksud adalah raja Kasultanan  Yogyakarta, Sri Sultan HB IX. Saat itu kira-kira tahun 1987, Sultan HB IX  mengundang tokoh-tokoh tari  dari Yogyakarta, beliau menghendaki Golek Menak dikembangkan. HB IX benar-benar sosok yang moderat, demokrat sejati, dan transformastor budaya yang mumpuni. Hal ini salah satunya terlihat dari keinginan beliau, untuk memasukkan berbagai unsur budaya Nusantara ke dalam Golek Menak.

Golek Menak adalah tari Yogyakarta genre baru, merupakan salah satu karya Sultan HB IX. Gerak tari  Golek Menak patah-patah, seolah boneka kayu yang menari, sedangkan isi ceritanya bersumber pada Serat Menak, yang berasal dari negeri 1001 malam. Golek Menak sangat menarik, geraknya amat khas, dan tidak mudah membawakannya.

Bedaya Sabda Aji, adalah bedaya Golek Menak yang pertama, merupakan karya R. Ay. Sri Kadarjati Ywandjono yang saat ini sudah berusia 66 tahun. Karya yang  dibuat tahun 2007 itu, seolah merupakan jawaban Sri Kadaryati, salah satu empu tari Yogyakarta yang juga cucu Sultan HB VIII, terhadap titah Sultan HB IX dua pulah tahun silam.

Sesuai dengan pesan dan semangat akulturasi dan transfosmasi kraton Yogyakarta, Kadarjati memasukkan unsur kendangan Sunda yang dinamis dan unsur silat Padang. Jadi, bedaya ini terasa unik dengan adanya gerak patah-patah seperti golek kayu, kendangan yang rancak, dan ada unsur silat pula. Keunikan tidak berhenti di situ, salah satu penari (batak) memakai kostum yang berbeda untuk menunjukkan adanya tokoh dari cerita Serat Menak. Bedaya Sanda Aji menjadi lebih istimewa, karena putri Sultan HB X, GKR Pembayun terlibat menari, sebagai jangga.

Usai pementasan Bedaya Sabda Aji dipersembahkan kepada Sultan HBX, artinya sejak itu pula Bedaya Sabda Aji adalah milik Sultan HB X. Sudah jamak di dunia seni (dulu), sebuah karya dipersembahkan kepada raja, dan akhirnya dianggap karya raja tersebut. Namun tidak selalu seperti itu, karena karya yang lahir atas prakarsa raja atau penguasa kala itu, juga dianggap karya pemrakrasa atau penguasa.

Source Tari Bedhaya Sabda Aji BEDHAYA SABDA AJI MACAM-MACAM TARI BEDHAYA
Comments
Loading...