Tari Wirotamtomo Sindoro dari Kabupaten Temanggung

0 273

Tari Wirotamtomo Sindoro merupakan sebuah tarian yang menampilkan sekelompok prajurit yang tengah  menunggang kuda yang terbuat dari bahan bambu yang diayam dan di kepang menyerupai kuda. Tari Wirotamtomo Sindoro merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda, dalam hal ini terlihat dari gerak yang ritmis, dinamis dan agresif. Karya tari ini merupakan sebuah karya tari asli Kabupaten Temanggung, dimana dinamika gerak tari yang diungkapkan melalui ekspresi gerak prajurit berkuda yang merupakan ciri khas jaran Temanggungan yang sekarang tidak hanya di kenal di kalangan masyarakat Temanggung saja, tetapi eksis juga di luar Temanggung.

 

Tarian ini termasuk tari kuda kepang (Jhatilan) yang bentuk dan variasi penyajiannya mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini seiring dengan perkembangan situasi dan jaman yang sudah semakin maju. Sekarang ini tarian ini banyak sebagai sebuah tontonan atau hiburan untuk masyarakat, walaupun dalam komplitnya, ada ritual-ritual khusus. Tapi dalam tarian ini hal tersebut tidak diperlihatkan karena unsurnya lebih dari pegelaran atau pertunjukan yang tidak adegan trance. Sejatinya Tari Wirotamtomo Sindoro pada pegelaran ini sebagai fungsi pendidikan dan cultural. Walaupun secara substansialnya berbeda tapi nilai pendidikan dan cultural memiliki nilai yang sama pentingnya. Dalam kaitannya, tarian ini memberikan arti yang seluas-luasnya dan saling berkaitan.

Keterlibatan pelajar/mahasiswa dalam tarian ini merupakan harapan untuk regenerasi tradisi pada generasi yang muda. Sehingga membukti bahwa tarian ini memberikan daya tarik tersendiri bagi kalangan muda. Tarian ini mengalami perkembangan, dimana pada kenyataannnya menyisipkan unsur-unsur kebaharuan dalam hal intrumen ataupun tata gerak tariannya yang dulu dikenal  sebagai bagian dari acara seremonial, tapi kini sudah menjadi sarana hiburan atau tontonan yang banyak disukai oleh masyarakat. Alur ceritapun sekarang lebih bervariasi dari roman panji, legenda rakyat, cerita wayang yang menjadi idola masyarakata pada umumnya.

Dilihat dari kastum yang digunakan pada tarian ini secara estetika menunjukan kesan atraktif sebagai sebuah pertunjukan kolosal. Mulai dari warna merah, emas, hitam yang semuanya ini tidak memiliki simbolik, yang mana pada era 1980 an warna –warna tersebut dulu memiliki simbolik yang memuat misi tertentu untuk ikon penguasa waktu itu sebagai media untuk kampanye. Kelengkapan tarian ini antara lain celana panji (cindhe) polos untuk prajurit, keris, kamus timang, kain sampur serta ikat kepala (mahkota).

Untuk riasan sangat sederhana tanpa ada karakter khusus, yang membedakan hanyalah penjiwaan atau ekspreasi tarian ini ketika adegan tarian ini ditarikan. Konsep tata riasnya dapat dikategorikan sebagai character make up dimana mengutamakan kebutuhan untuk berekspresi serta memberikan kekuatan secara visual disamping didukung oleh pola gerak yang dinamis. Sebuah tarian yang inovasi yang mengikuti perkembangan jaman sehingga terus hidup di dalam masyarakat yang layak mendapat apresiasi. Tarian ini semakin menambah khasanah seni tari Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan oleh segenap elemen di bumi Nusantara Indonesia.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-wirotamtomo-sindoro/
Comments
Loading...