“Tari Topeng Ireng” Kesenian Boyolali Peninggalan wali

0 447

Tari Topeng Ireng merupakan peninggalan wali yang bertujuan untuk menyebarkan Agama Islam. Pada awalnya tarian ini dikenal dengan nama kesenian Dayakan. Nama Dayakan diambil dari kostum penari yang menyerupai pakaian adat suku Dayak. Dalam pertunjukannya, para penari berbaris lurus dan diiringi irama gamelan yang keras dan penuh semangat, seperti arti nama nya (Topeng Ireng : Toto Lempeng Irama Kenceng).

Lahirnya Kesenian Topeng Ireng

Tarian ini merupakan wujud kesenian tradisional yang memadukan syiar agama Islam dan ilmu beladiri/ pencaksilat. Terlihat dari iringan musik yang rancak dan lagu dengan syair islami. Topeng Ireng mulai berkembang di masyarakat Lereng Merapi/Merbabu sejak zaman penjajahan Belanda. Pada masa itu pemerintah Belanda melarang masyarakat berlatih beladiri/silat sehingga warga mengembangkan berbagai gerakan silat dalam bentuk tarian rakyat. Tarian tersebut diiringi dengan musik gamelan dan tembang Jawa yang berisi tentang kebaikan hidup dan penyebaran agama Islam. Setelah itu perkembangan seni pertunjukan Topeng Ireng berkembang apabila umat Islam membangun masjid atau mushola, sebelum mustaka (kubah) dipasang maka mustaka tersebut akan diarak keliling desa. Kirab tersebut akan diikuti seluruh masyarakat disekitar masjid dengan tarian yang diiringi rebana dan puji-pujian.

Daya tarik utama dari pertunjukan Topeng ireng pada kostum para penarinya. Sang penari memakai mahkota dengan hiasan bulu warna-warni seperti suku Indian. Pakaian para penari juga seperti suku Indian, berumbai-rumbai dan berwarna-warni. Untuk Kostum bagian bawah seperti suku Dayak, rok berumbai-rumbai. Aksesorisnya pun cukup unik, menggunakan sepatu gladiator/sepatu boot dengan gelang kelintingan yang berjumlah ratusan buah setiap penarinya sehingga menimbulkan suara gemerincing pada tiap gerakan tarian.

Pertunjukan Topeng Ireng sendiri terbagi menjadi dua jenis tarian, yakni yang pertama adalah Rodat yang berarti dua kalimat syahadat. Tarian ini ditampilan dengan gerakan pencak silat sederhana serta diiringi lagu-lagu syiar Islami. Jenis tarian kedua adalah Monolan yang melibatkan penari dengan kostum hewan. Tarian ini melibatkan unsur mistik serta gerak pencak silat tingkat tinggi. Hingga saat ini pertunjukan ini masih bisa disaksikan pada acara-acara tertentu semisal upacara bersih desa, kirab budaya, festival rakyat, maupun acara-acara seni tradisi dan budaya lainnya. Daerah yang paling banyak menampilkan pertunjukan Topeng Ireng adalah desa-desa yang terletak di lereng Merapi Merbabu, Jawa tengah. Serta di beberapa daerah lain seperti Kebumen, Magelang dan Boyolali.

Source "Tari Topeng Ireng" Kesenian Boyolali Peninggalan wali "Tari Topeng Ireng" Kesenian Boyolali Peninggalan wali
Comments
Loading...