Tari Topeng Ireng Boyolali

0 703

Tari Topeng Ireng Boyolali

Tari topeng ireng atau reog topeng ireng ini merupakan sebuah tarian rakyat yang berkembang di lereng gunung merapi dan merbabu, khususnya di daerah kecamatan Selo kabupaten Boyolali. Tarian ini menggambarkan tradisi kehidupan masyarakat lereng gunung yang sangat akrab dengan alam.

Tarian topeng ireng ini memiliki ciri khas yang sedikit berbeda dibandingkan dengan tarian lainnya. Karena tarian ini memakai kerincingan yang dipakai/diikatkan pada kaki kanan dan kiri penarinya. Sehingga, kerincingan itu akan berbunyi saat penarinya melakukan gerakan.

Penari pada tarian ini juga menggunakan topi yang dipakai di atas kepala sang penari dan topinya itu berliuk-liuk saat penari melakukan gerakan. Kebih tepatnya sih, para penari topeng ireng mengenakan pakaian yang mirip dengan orang Indian di Amerika.

Topeng ireng sendiri bermakna toto lempeng irama kenceng. Toto lempeng, toto dalam bahasa Jawa artinya tata atau susunan, sedangkan lempeng dalam bahasa Jawanya adalah lurus. Sehingga bisa disimpulkan, toto lempeng berarti kesenian topeng ireng ini memiliki pola lantai yang kebanyakan memakai pola lurus.

Sementara iromo kenceng, iroma dalam bahasa Jawa artinya irama dan kenceng dalam bahasa Jawa artinya cepat. Jadi bisa disimpulkan, iromo kenceng adalah irama yang cepat. Secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa topeng ireng ini adalah tarian yang memiliki pola lurus dengan irama yang cepat.

Penari Topeng Ireng mengenakan pakaian mirip orang Indian di Amerika. Dengan kedua kakinya di pasangi puluhan kelintingan, yang dimana kalau penarinya bergerak dan menari akan menimbulkan suara yang bergemerincing.

Para penari mengenakan topi seperti orang Indian, pakaian bawah seperti suku pedalaman Kalimantan, diiringi tabuhan gamelan, truntung, jedor dan rebana. Kesenian ini menggambarkan tentang kehidupan orang orang pedalaman lereng gunung Merapi dan Merbabu dengan tradisi hidup akrab dengan alam.

Kesenian Dayakan atau Topeng Ireng banyak  berkembang di tengah-tengah masyarakat pedesaan lereng gunung Merapi dan Merbabu pada tahun 1950 an. Pada tahun 1995 kata-kata Dayakan sendiri dikhawatirkan mengandung unsur SARA.

Maka kesenian ini di ubah dari Dayakan menjadi kesenian Topeng Ireng atau Topeng Hitam. Sejak tahun 2005. Topeng Ireng mulai di populerkan lagi. Tarian ini sedang mendapat tempat di hati masyarakat akhir-akhir ini. Kesenian ini erat kaitannya dengan sejarah JOKO TARUB. Kesenian Topeng Ireng sering digunakan dalam acara Nyadran , Mertri desa, karnaval acara-acara skala nasional seperti hari ulang tahun Republik Indonesia, Sumpah Pemuda, orang yang mengadakan hajatan, dan lain lain.

Source https://wisataboyolali.com/ https://wisataboyolali.com/tari-topeng-ireng/
Comments
Loading...