Tari Srimpi Muncar di Pendopo Srimanganti Kraton Yogyakarta

0 11

Tari Srimpi Muncar di Pendopo Srimanganti kali ini di tarikan oleh Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta, dimana tarian ini merupakan sebuah tarian klasik Jawa yang berarti gemilang, bersinar, sumorot, yang ditarikan oleh 4 penari yang menceritakan peperangan antara Dewi  Kelaswara dari  Negari Kelan dan Dewi Adaninggar dari Negari Tartaripura. Keduanya memperebutkan Wong agung Jayengrono dari negeri Koparman yang akhirnya dimenangkan oleh Dewi Kelaswara.

Tari Srimpi Muncar di Pendopo Srimanganti ini, sumber ceritanya diambil dari serat menak yang ceritanya diilhami tentang kepahlawanan paman Nabi Muhammad, Amir Hamzah. Tarian ini diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1885-1877) yang kemudian direkontruksi lagi pada jaman Sri Sultan Hemengku Buwono VIII (1921-1939). Kemunculan Tari Srimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah antara tahun 1613 sampai 1646. Tarian ini dianggap sakral karena hanya di pentaskan dalam lingkungan Kraton saja serta untuk ritual kenegaraan sampai peringatan seorang Sultan naik tahta.

Untuk gerakan pada tarian ini, secara keseluruhan ke 4 penarinya semua sama, tetapi ada perbedaan pada gerak pada kepala, dimana ini merupakan cerminan akan peran putri Jawa dan Cina. Tarian ini juga dinamakan Srimpi Cina karena ada usaha penekanan peran penari putri cina, dalam sajian ini. Busana yang dikenakan dibedakan antara Dewi Kelaswara dengan Dewi Adininggar, dimana Dewi Kelaswara menggunakan rias seperti pengantin Kraton Yogyakarta, bedak warna kuning, alis mata menjangan ranggah, lipstik dan lulur kuning.

Busana terdiri dari kain motip parang gurdha, baju tanpa lengan, sampur cindhe, slepe, keris dengan oncen. Hiasan rambut gelung bokor, rajutan pandhan, rajut melati, gajah ngoling. Perhiasan yang digunakan berupa kalung sungsun, gelang, cincin, subang, sumping ron, cundhuk menthul, centhung bunga ceplok jebehan, jungkat, kelat bahu. Sedangkan untuk Dewi Adaninggar (putri Cina) menggunakan rias wajah cantik dengan penebalan garis-garis wajah. Busana yang dikenakan terdiri dari kain motip cindhe, baju lengan panjang krah tegak, sampur cindhe. Kepala menggunakan mahkota yang terbuat dari dari kain berhiaskan manik-manik.

Perhiasan berupa gelang tangan, kelat bahu, subang, kalung, cincin, gelang kaki, slepe, cundrik, rimong, dasi, rajutan ekor kuda dan slempang. Pola iringan lagu menggunakan lagon laras pelog pathet barang. Dengan gendhing Gati kumencar laras pelog pathet barang yang terdiri dari lagon laras pelog pathet barang, kawin sekar megatruh, bawa sekar tengahan sari mulat.

Kemudian gendhing muncar laras pelog pathet barang, ladrang grompol, gendhing gati harjuno mangsah laras pelog pathet barang. Tarian ini secara umum menggambarkan 4 penjuru angin atau 4 unsur dunia yaitu api, udara, air dan bumi. Sebuah tarian yang adiluhung yang hidup di Kraton yang menggambarkan tentang pertikaian di dunia ini yang dipengaruhi oleh napsu manusia, yang dapat dijadikan pembelajaran tentang kehidupan untuk menuju hal yang baik dan benar di kehidupan kedepannya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-srimpi-muncar-di-pendopo-srimanganti/

Leave A Reply

Your email address will not be published.