Tari Srikandhi Suradewati

0 489

Tari Srikandhi Suradewati

Singkat cerita, Srikandhi-Suradewati adalah suatu kisah yang menceritakan tentang peperangan Dewi Suradewati dengan Dewi Srikandhi yang diambil dari Mahabaratha. Suradewati merupakan adik dari Prabu Dasalengkara yang menginginkan Dewi Siti Sendari sebagai istrinya. Namun pada kenyataannya Dewi Siti Sendari telah terlebih dahulu dijodohkan dengan Raden Abimanyu.

Suradewati yang diutus oleh kakaknya untuk meminang Dewi Siti Sendari akhirnya berseteru dengan Dewi Srikandhi yang berada di pihak Raden Abimanyu. Akhirnya dalam peperangan tersebut Dewi Srikandhi lebih unggul dan berakhir dengan kemenangannya, sementara Dewi Suradewati takluk dalam kekalahannya.

Dengan adanya kisah seperti di atas, di ciptakanlah sebuah tari yang mengisahkan Srikandhi-Suradewati. Tarian ini berasal dari Jogjakarta.Tari ini berdurasi sekitar 15 menit, adegan yang sering di gunakan pada tarian ini terbagi menjadi 3 adegan, yaitu :

  1. Beksan lembut
  2. Pocapan (2 sesi)
  3. Perangan dengan keris (curigo)

Pocapan Beksan Srikandhi-Suradewati (pocapan pertama) yaitu :

Suradewati      : “Prajurit, sapa aranmu?” (Prajurit, siapa namamu?)

Srikandhi         : “Aku garwane Raden Janaka, kang saka ing Cempala Harja. Lha koe sapa aranmu?”(Saya

                           istrinya Raden Janaka, dari Cempala Harja. Kamu siapa?)

Suradewati      : “Aku kadange Taruna, kakangmbok Prabu Rara Suprabawati, saka ing Negara Simbar

                          Manyura, kekasih Sang Dyah Patih Suradewati. Wara Srikandhi!” (Saya saudara Taruna,

                          putri Prabu Rara Suprabawati, dari Negara Simbar Manyura, kekasih Sang Dyah Patih

                          Suradewati. Wara Srikandhi!)

Srikandhi         : “Ana paran?” (Ada apa?)

Suradewati      : “Dak jaluk Dewi Siti Sendari, bakal dak caosake Kaka Prabu Dasalengkara.” (Aku minta

                           Dewi Siti Sendari mau ku berikan Prabu Dasalengkara)

Srikandhi         : “Ora oleh, saiki ora oleh, mbesuk ora oleh. Opo sak gendingmu dak kembari?!” (Tidak

                           boleh, sekarang tidak boleh, besuk tidak boleh.)

Suradewati      : “Babo wara Srikandhi!!! Ayo pada menttarakke kawiragan!!!” (Bodoh Wara Srikandhi!!! Ayo

                            kita adu kekuatan dalam!!! dengan nada marah)

Srikandhi         : “Iyo mayo!” (Iya Ayo!)

(pocapan kedua, sebelum perang)

Suradewati      : “Wara Srikandhi!” (Wara Srikandhi!)

Srikandhi         : “Ana paran?”  (Ada apa?)

Dan mulailah peperangan dalam tarian Srikandhi Suradewati ini.

 

Source Tari Srikandhi Suradewati jogjatoday
Comments
Loading...