Tari Sipatmo Jakarta

0 52

Tari Sipatmo

Tari Sipatmo awalnya hadir dalam rangkaian upacara adat di Klenteng atau Wihara. Tarian ini mengalami transformasi pada abad ke-19 menjadi tari Cokek setelah seorang tuan tanah keturunan Tionghoa mulai sering menganggap tarian ini untuk memeriahkan pestanya.

Ada empat ragam gerak Tari Sipatmo yang penting dan mengandung arti, yaitu gerak soja di dada,gerak soja berhadap-hadapan, gerakan mengayuh perahu, dan gerak-gerak selanjutnya merupakan stilisasi gerakan menunjuk. Gerak soja di dada mengisyaratkan agar menjaga hati selalu bersih. Gerak soja berhadap-hadapan adalah lambang atau pengingat untuk hormat-menghormati dan saling menyayangi. Gerakan seperti mengayuh perahu bermakna berani mengarungi samudra kehidupan. Gerakan menunjuk sembilan lawang, “pintu” masuknya noda yang kalau tidak dijaga dengan baik dapat mengotori sanubari.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tari-Sipatmo/
Comments
Loading...