Tari Sintren

0 226

Tari Sintren

Tari Sintren berasal dari Cirebon. Seiring perkembangannya tari ini menyebar ke berbagai daerah hingga Jawa Barat. Tarian ini berbau mistis, menceritakan tentang kisah cinta Sulasih dan Sulandono.

Asal muasalnya tarian Sintren ini dibuat ketika Bupati Kendal menikah dengan Dewi Rantamsari yang biasa dijuluki Dewi Lanjar. Namun pasangan itu tidak direstui oleh Ki Bahureksi. Akhirnya mereka berdua berpisah, Sulandono menjadi petapa sedangkan Sulasih menjadi penari. Walaupun begitu, konon katanya mereka berdua masih bertemu di alam gaib.

Tarian ini sangat mistis sekali, bahkan sebelum pertunjukan, harus diawali dengan Dupan atau ritual berdoa.

Namun katanya, tarian ini mulai tenggelam dan tidak lagi dipentaskan. Dari Segi bahasa atau Etimologi kata “Sintren” merupakan gabungan dua suku kata “Si” dan “Tren”. Si dalam bahasa jawa berarti “ia” atau “dia” dan tren berarti “putri”. Sehingga Sintren artinya Si Putri yang menjadi objek pemeran utama dalam pertunjukan ini. Sintren sendiri adalah kesenian tradisional masyarakat Jawa Tengah khususnya Pekalongan, Kendal dan sekitarnya. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya. Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci (perawan), dibantu oleh pawangnya.

Source Tari Sintren websed resmi pemerintah kabupaten pekalongan
Comments
Loading...