Tari Singo Ulung Bondowoso

0 63

Tari Singo Ulung Bondowoso

Tari Singo Ulung adalah kesenian tradisional dimana para penarinya menggunakan kostum menyerupai singa dan menari layaknya singa. Kesenian satu ini sekilas hampir mirip dengan kesenian barongsai, namun yang membedakan adalah kostum yang digunakan lebih sederhana dan tema yang dibawakan berbeda. Tari Singo Ulung ini merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat terkenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso, Jawa Timur.

Dalam pertunjukan Tari Singo Ulung ini dikemas menjadi seperti sebuah cerita yang menceritakan dari pertemuan kiai singo ulung dan Jasiman hingga dibangunnya desa. Dalam pertunjukan tersebut terdapat penari singapanji (menggambarkan Jasiman), dua orang yang menggunakan rotan (menggambarkan pertarungan Jasiman dan Kiai Singo Wulu), penari perempuan (menggambarkan istri Kiai Singo Wulu) dan kiai (menggambarkan Kiai Singo Wulu). Penari tersebut sambil menari, mereka juga berdialog layaknya sebuah drama. Selain itu dalam pertunjukan Tari Singo Ulung ini juga terdapat beberapa atraksi dari penari singa sehingga membuat pertunjukannya menarik. Dalam pertunjukan Tari Singo Ulung ini juga terdapat beberapa music pengiring gamelan sederhana seperti kendang, terompet dan lain – lain.

Kostum yang digunakan oleh para penari Tari Singo Ulung ini berbeda – beda setiap peran yang dibawakan. Untuk penari singo menggunakan kostum seperti singa yang terbuat dari tali raffia berwarna putih. Tali tersebut diurai sehingga terlihat seperti bulu. Kepala singa yang digunakan bentuknya hampir sama kepala singa pada Singo Barong, Reog Ponorogo. Untuk kostum panji atau Jasiman menggunakan kostum seperti Tari Topeng. Kemudian untuk penari wanita menggunakan busana tradisional seperti kebaya dan sampur sebagai attribute menarinya. Dan penari warok dengan menggukan pakaian serba hitam dengan kaos merah – putih khas Madura dan membawa rotan atau cemethi sebagai attribute menarinya.

Source http://www.negerikuindonesia.com http://www.negerikuindonesia.com/2015/08/tari-singo-ulung-kesenian-tradisional.html
Comments
Loading...