Tari Ronggeng

0 336

Tari Ronggeng

Mungkin kita pernah mendengar tari ronggeng. Istilah ini sudah tak asing lagi di telinga kita karena pernah menjadi judul film. Mulai dari yang bergenre horor, sampai yang paling terkenal adalah Sang Penari yang diadaptasi dari novel karya Ahmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.

Ronggeng adalah salah satu jenis kesenian tari yang berasal dan berkembang di Tatar Pasundan, Jawa Barat. Dalam pagelaran seni ini, kita bisa melihat beberapa pasangan saling bertukar ayat-ayat puitis sambil menari diiringi musik rebab, biola, atau pun gong.

Sejarah kesenian Ronggeng dikisahkan berasal dari perjalanan Dewi Siti Semboja dan pengikutnya dalam pencarian pelaku pembunuhan suaminya yaitu Raden Anggalarang untuk membalas dendam. Dewi Semboja dan pengiringnya menyamar sebagai Nini Bogem yaitu penari ronggeng keliling yang diiringi dengan tabuhan gamelan.

Kisah ini ternyata bukan sekedar legenda munculnya kesenian Ronggeng, tapi ada bukti yang memperkuat adanya perjalanan Dewi Siti. Bukti ini bisa dilihat pada temuan arkeolog pada tahun 1977 berupa runtuhnya sebuah Candi di Kampung Sukawening, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamaciran, Kabupaten Ciamis.

Di sekitar candi itu banyak ditemukan arca Nandi dan batu yang menyerupai gong kecil atau yang sering disebut kenong. Dari batu berbentuk gong kecil inilah kemudian terciptalah kesenian Ronggeng di Sunda yang lebih dikenal dengan Ronggeng Gunung.

Ronggeng gunung sebenarnya bukan sekedar hiburan, tetapi juga pengantar upacara adat. Dalam mitologi Sunda, Dewi Siti Semboja hampir sama dengan nyai Pohaci Sanghyang Asri yang selalu dikaitkan dengan kegiatan bertani dan kesuburan. Karena itulah, tari Ronggeng sering digelar saat ada upacara bercocok tanam. Tarian Ronggeng dibedakan untuk upacara (ada pakem) dan untuk hiburan.

Source Tari Ronggeng Ronggeng Dukuh Paruk: Seksualitas & Penghayatan Sang Penari
Comments
Loading...