Tari Retno Prawiro, Semarak Candrakirana Surakarta

0 36

Tari Retno Prawiro

Tari Retno Prawiro adalah sebuah tari kreasi baru yang dibuat dengan tari gaya Surakarta yang menceritakan tentang prajurit wanita  yang sedang latihan perang yang bersenjatakan pedang. Walaupun prajurit wanita ini terkesan gagah, tapi semuanya masih menunjukan sisi kelembutan seorang wanita. Tarian ini diciptakan oleh Indah Srilaksito Ningrum pada tahun 2018 yang terilhami dari salah satu tari tradisi gaya Surakarta, yaitu tari Eko Prawiro, sebuah tari keprajuritan yang ditarikan semua oleh para laki-laki. Dari sinilah Indah Srilaksito Ningrum ingin membuat Tari Eko Prawiro versi perempuan, sehingga lahirlah Tari Retno Prawiro.

Tarian ini merupakan tarian kelompok yang sangat cocok sekali digunakan sebagai tari dalam acara atau festival seni dan budaya, bahkan  Tari Retno Prawiro pernah dijadikan sebagai tari pembuka pada pagelaran Semarak Budaya Indonesia, yang acaranya memberikan makna agar para pemuda-pemudi lebih bersemangat dalam mencintai bangsa dan negara Indonesia. Tarian ini ditarikan oleh Semarak Candrakirana Surakarta pada pegelaran seni tari di Dalem Prangwedan Pura Mangkunegaran dalam acara Setu Ponan ke 50, tepatnya pada tepat tanggal 11 Agustus 2018. Acara ini sebagai peringatan lahirnya KGPAA Mangkunegaran IX yang lahir pada hari Sabtu Pon yang selalu digelar setiap 35 hari sekali, dimana penyelengaranya adalah Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta.

Semarak Candrakirana Surakarta merupakan sanggar tari yang didirikan oleh Dra. R.Ay Irawati Kusumorasri, M.Sn pada tahun 1998. Sanggar ini mengajarkan berbagai tarian mulai dari tari klasik, tradisional sampai kontemporer. Sampai sekarang sanggar ini menjadi salah satu sanggar tari yang syarat akan prestasi dan bahkan beberapa kali mengirim duta tari ke manca negara untuk mengikuti ajang seni budaya yang diadakan oleh Indonesia di luar negeri.

Gerak dalam Tari Retno Prawiro lebih menampilkan gerak yang gagah, trampil, tegas dan tangkas karena berhubungan dengan keprajuritan yang mengandung semangat. Kesemua gerak tersebut merupakan gerak kombinasi antara gerak tari tradisional Surakarta dengan kontemporer yang dinamis dan variatif.

Pola lantai juga digarap dimana disini menggunakan 5 penari dimana ada maju beksan, peperangan dan jogedannya. Selain itu tarian ini tidak hanya mengandalkan kegagahan seorang prajurit saja tetapi juga menunjukan sifat feminim seorang perempuan juga. Busana yang dikenakan masih menggunakan pakaian tradisional dimana pada bagian kepala menggunakan jamangan, pada bagian badan menggunakan mekak dengan jarik seperti yang digunakan pada tari putra alusan dengan motip gordo, celana, sampur serta tambahan asesoris gelang dan sumping dengan properti pedang.

Riasan cantik yang digunakan pada tarian ini. Iringan lagunya menggunakan tema keprajuritan yang ada unsur  jogedannya dengan versi kontemporer. Pada awal tarian/pembukaan  lebih dominan iringannya dengan trompet. Makna yang terkandung dari tarian ini selain mengharapkan lebih mencintai negara dan bangsa juga memperlihatkan sisi lain seorang prajurit wanita yang gagah, trampil, tegas dan tangkas tetapi mempunyai sisi feminim yang merupakan kodrat seorang wanita. Persamaan gender antara pria dan wanita diperlihatkan dalam tarian ini ujar Indah Srilaksito Ningrum.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-retno-prawiro/
Comments
Loading...