Tari Puspita Retno Soerya Soemirat, Setu Ponan ke 51

0 83

Tari Puspita Retno Soerya Soemirat

Tari Puspita Retno adalah sebuah tarian  tradisional gaya Surakarta yang menceritakan tentang prajurit wanita yang sedang berlatih perang dengan menggunakan cundrik dan jemparing dengan trampil dan tangkas dengan harapan, latihan perang ini menghasilkan sesuatu yang sempurna digunakan manakala ada musuh yang datang dengan tiba-tiba. Tarian ini merupakan ciptaan Kurniati S.Sn yang diciptakan di kelembagaan STSI (Sekolah Tinggi Seni  Indonesia) Surakarta atau sekarang lebih dikenal dengan nama ISI (Institute Seni Indonesia) Surakarta. Kurniati S.Sn  menciptakan tarian ini karena ingin membuat karya-karya baru yang sifatnya lebih ke tarian seni tradisional.

Tari Puspita Retno dapat di kelompokan dalam tari berpasangan, yang mempunyai sifat fleksible artinya bisa ditarikan berpasangan lebih dari satu pasang. Tari Puspita Retno ditarikan oleh Sanggar Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta pada pegelaran seni tari di Ndalem Prangwedan Pura Mangkunegaran dalam acara Setu Ponan ke 51, tepatnya pada tepat tanggal 15 September 2018. Acara ini sebagai peringatan lahirnya KGPAA Mangkunegaran IX yang lahir pada hari Sabtu Pon yang selalu digelar setiap 35 hari sekali, dimana penyelengaranya adalah Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta. Sanggar Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta merupakan sanggar tari yang berpusat di Ndalem Prangwedan Pura Mangkunegaran.

Sanggar ini didirikan oleh Alm. Gusti Pangeran Herwasto Kusumo pada tanggal 2 Oktober 1982 yang awalannya dulu ada 2 grup yaitu grup Soeryo Soemirat yang mengajarkan tari klasik dan Kinarya Soeryo Soemirat yang mengajarkan di bidang tari kontemporer. Kemudian semua itu terjadi perubahan dimana pada tahun 1990 sanggar Soeryo Soemirat lebih fokus pengajaran di bidang tari klasik sedangkan pada tahun 1995 sanggar Kinarya Soeryo Soemirat fokus pengajaran  di bidang tarian kontemporer sampai sekarang. Ragam gerak dalam Tari Puspita Retno menggunakan ragam gerak tari tradisional gaya Surakarta yang sudah ada pakemnya yang kemudian dikembangkan dan dikurangi, seperti gerakan sindet, srisig dan perang yang bersifat konvensional. Pola lantainya juga masih konvensional dan cenderung simetris,

tapi pada waktu tarian perangnya sedikit lebih dinamis dan variatif polanya sedikit dikembangkan tanpa meninggalkan esensi pola-pola pakemnya. Busana yang digunakan mengacu pada gambaran seorang prajurit wanita yang menggunakan celana pendek warna merah, jarik dengan motip parang barong, kotang srimpen warna merah, jamangan, sampur hijau,dan slepe. Asesorisnya menggunakan anting dan gelang tangan. Propertinya menggunakan cundrik dan jemparing. Riasannya menggunakan riasan cantik tapi lebih tajam.

Hal ini dikarenakan agar perannya sebagai prajurit wanita lebih kelihatan lebih tegas dan kuat sehingga tidak kelihatan terlalu feminim. Iringan gendhing pada Tari Anila Prahasta menggunakan gamelan klasik Jawa, dengan gendhing odho-odho, ketawang, playon, dan diakhiri dengan palaran. Sebuah tarian yang memberikan gambaran, bahwa wanita itu tidak hanya lemah dan feminism saja, tetapi juga mempunyai sifat yang lain yaitu bisa tegas dan kuat yang tergambar sebagai seorang prajurit wanita yang selalu ikut menjaga keamanan negaranya yang dilakukan sebagai tanggung jawab diatas kepentingan pribadi maupun golongannya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-puspita-retno/
Comments
Loading...