Tari Pesona Carica Sanggar Satria, Wonosobo

0 146

Tari Pesona Carica yang merupakan sebuah tari tradisi garapan yang didalamnya menceritakan tentang kegembiraan petani carica di daerah lereng Dieng Wonosobo, dalam bercocok tanam dan mengolah buah carica sebagai bagian dari napas kehidupan yang tidak bisa dipisahkan oleh masyarakatnya.

Selama ini Wonosobo menjadi salah satu tujuan Agrowisata dan pertanian Carica yang merupakan salah satu daya dukung perekonomian dari sektor pertanian yang menguntungkan bagi masyarakat.Tarian ini diciptakan pada tahun 2015 oleh Waket Prasudi Puger S.Pd yang tergabung dalam Sanggar Satria, yang kali ini dipentaskan di pagelaran Pentas Tari Bersama di Taman Indonesia Kaya Semarang.

Pentas Tari Bersama ini diadakan pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2018. Pementasan di bagi dua, pada pukul 17.00 – 17.45 wib khusus tarian anak-anak, kemudian pada pukul 19.30 – 22.000 wib untuk tarian dewasa yang diselenggarakan di Taman Indonesia Kaya Semarang.Pementasan ini diadakan oleh Sanggar Greget Semarang yang bekerja sama dengan Kementrian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan beserta Taman Indonesia Kaya Semarang.

Pada tahun ini mengambil tema “Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya” dengan makna bahwa Pentas Tari Bersama ini benar-benar merupakan inisiatif dari gerakan masyarakat dan sanggar-sanggar tari dalam mengekspresikan jiwa seni sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangang seni budaya Indonesia secara nyata.

Terciptanya Tari Pesona Carica ini terinspirasi dari kondisi riil di masyarakat Wonosobo yang bahu membahu dalam mengolah pepaya gunung (carica) sebagai daya dukung kemajuan wisata, ekonomi dan industri. Disamping itu tarian ini diharapkan dapat menjadi salah satu tari yang menjadi ikon di Kabupaten Wonosobo.

Sanggar Satria berdiri pada tanggal 17 Juli 1998 beralamat di Jl. Pakuwojo No.10 Sumberan Barat, RT 02, RW 02, Gg. Sasongko, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, yang memfokuskan dalam pelatihan Seni Tari, Wayang Orang, Kethoprak, dan Rias Busana.

Gerak dalam tarian ini menggunakan ragam gerak tari tradisional gaya Banyumasan dan Surakarta yang dalam hal ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu Maju Beksan yang didalamnya menggambarkan suasana dataran tinggi Dieng.

Kemudian Inti Beksan yang didalamnya menggambarkan kegigihan masyarakat Wonosobo dalam mengembangkan buah Carica agar menjadi salah satu potensi unggulan di Wonosobo, dan Mundur Beksan yang menggambarkan kegembiraan masyarakat atas hasil olahan carica yang melimpah.

Busana yang dikenakan terbagi menjadi dua, dimana pada penari putra menggunakan ikat kepala, plisir ikat kepala, kalung, deker, sabuk warna emas, rapek, epek timang, jarik wiru, sampur, baju lengan pendek, celana pendek warna hitam ukuran ¾ dan satu set kostum daun morif carica dan imitasi buah carica dengan riasan ganteng.

Sedangkan busana yang dikenakan pada penari putrinya pada bagian kepala rambutnya digelung yang dihiasi dengan imitasi daun Carica sebagai asesoris rambut, pada badannya menggunakan  baju kreasi dengan sampur, suweng, kalung inten, slepe dan jarik lengger motif Carica gaya Wonosobo dan gelang tangan dengan riasan cantik.

Iringan musik yang mengiringi tarian ini merupakan garapan yang menggunakan gamelan klasik Jawa yang dikombinasikan dengan alat musik lainnya seperti kendang, tiping, angklung, gambang, suling, kempul laras Pelog, gong, bonang barung laras Pelog, gender laras Pelog, demung 1 laras Pelog, saron 2 buah laras Pelog dan satu set Kenong laras Pelog terbang dan bedhug dengan tambahan vokal tembang Carica yang dinyanyikan sindhen dan Gerong berupa uran-uran gerongan Carica.

Dengan mengangkat potensi daerah yang diwujudkan dalam bentuk bahasa tubuh (tarian), diharapkan tarian ini menjadi sebuah ikon sebagai bagian dari apresiasi dari masyarakat tentang kekayaan budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai acuan pengembangan seni budaya serta ekonomi kreatif yang bisa menghidupi masyarakat itu sendiri, ujar Waket Prasudi Puger S.Pd.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-pesona-carica/
Comments
Loading...