Tari Penthul Tembem Madiun

0 137

Tari Penthul Tembem

Tari Penthul Tembem adalah tari khas Kota Madiun yang kurang terekspos keberadaannya dan masih belum diakui secara hukum oleh pemerintah Kota Madiun. Tari ini menceritakan tentang sejarah perjalanan Raden Ngabehi Ronggowarsito atau disebut Bagus Burhan. Tari ini memakai topeng sebagai ciri khasnya, topeng berwarna putih sering disebut Penthul sedangkan topeng berwarna hitam sering disebut Tembem. Tari ini merupakan tari berpasangan karena ditilik dari sejarahnya dahulu tari ini dimainkan oleh dua orang bernama Kromoleya dan Onggoleya, tarian ini awalnya digunakan sebagai komunikasi untuk menyampaikan berita rahasia dari Kyai Ageng Kasan Besari yang berisi untuk memanggil kembali Bagus Burhan ke Desa Tegalsari karena banyak terjadi wabah penyakit sepeninggal Bagus Burhan di desa itu. Kramoleya adalah utusan dari Kyai Ageng Kasan Besari, ia mencoba bertahan hidup dengan ngamen untuk memenuhi kebutuhan hidup selama mencari Bagus Burhan.

Pada saat ia ngamen di Alun-alun Kota Madiun, secara kebetulan Bagus Burhan dan Onggoleya sedang beristirahat di Masjid Besar dekat alun-alun. Onggoleya yang melihat Kromoleya (teman satu pesantren) sedang ngamen, langsung mendekati dan ikut menari bersama Onggoleya. Akhirnya disampaikanlah berita tersebut kepada Kromoleya saat menari bersama di alun-alun tadi. Saya berharap dengan adanya artikel “Tari Penthul Tembem” ini dapat menjadikan khazanah baru dalam kebudayaan di Indonesia dan keberadaan Tari Penthul Tembem dapat diakui keberadaannya secara hukum kebudayaan di Kota Madiun seperti Tari Kembang Setaman dan Tari Solah Madiunan.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tari-Penthul-Tembem/
Comments
Loading...