Tari Nirbaya – Salatiga

0 89

Tari Nirbaya yang merupakan sebuah tarian yang mencerminkan sebuah ekspresi dalam Perkawinan/Pernikahan  Agung sebagai penolak balak dan harus di pahami bahwa penolak balak ini sangat penting dalam kehidupan berumah tangga.

Secara makna dan filosofinya, “Nir” itu berarti  menolak dan “Baya” itu berarti bahaya, sehingga kalau di gabung menjadi menolak bahaya dalam kehidupan berumah tangga atau kehidupan ini apapun itu bentuknya, sehingga terciptakan kehidupan yang kita harapkan.

Tarian ini diciptakan oleh Drs. Setyastuti M.Sn pada tahun 1989, yang awalannya dulu tarian ini diciptakan untuk kepentingan parade tari yang dikemas secara duet dengan banyak gerakan-gerakan yang berputar (Circle) yang mendominasi.

Drs. Setyastuti M.Sn lahir pada tanggal 17 Oktober 1964 di Yogyakarta. Sekarang ini sebagai salah satu Dosen di ISI Yogyakarta, karya-karya beliau banyak mengarah kepada pada hal-hal yang berhubungan dengan kesetaraan perempuan dan keseimbangan dalam kehidupan ini.

Terciptanya tarian ini terinspirasi dari tari edan-edanan yang ada di Kraton Yogyakarta yang ditampilkan manakala putra-putri di Ndalem  Kraton mengadakan upacara pernikahan Agung untuk mereka. Dan tarian edan-edanan ini selalu ditampilkan sebagai bagian dari prosesi tolak balak

Awalannya dulu di tarikan oleh 4 penari pria dan 4 penari wanita, diantaranya penari putranya (Ki Sarono) adalah Dr. M Miroto MFa, Drs. RM Kristiadi, Dr. RM Pramutomo M.Hum, Drs.Baghawan Ciptoning M.Sn.  Sedangkan penari putrinya (Ni Sarono) adalah Dewi Listiana.SSn, Istu S.Sn, Inul Nooryastuti S.Sn dan Wawik S.Sn.

Tarian ini pernah dijadikan sebagai bahan ajar di kurikulum ISI Yogyakarta pada tahun 2000 an, selama kurang lebih 5 tahun, sehingga ada 5 angkatan yang bisa menarikan tarian ini dengan baik dan benar. Karena sekarang ini banyak sekali berkembang tarian ini ditarikan dengan oleh beberapa penari yang intinya hanya asal (asal PY/Payu/Laku) tanpa memperhatikan esensi didalamnya. Mereka sekedar lucu-lucuan, padahal bukan itu itu esensinya.

Selain itu dalam perkembangannya tarian ini tidak hanya ditarikan pada saat ada upacara Pernikahan Agung saja, tetapi juga ditampilkan dalam event-event seperti launching sebuah produk/album atau project-project sepasang, yang maknanya agar semuanya lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Komposisi dalam tarian ini membicarakan tentang papat kiblat lima pancer serta tentang siklus kehidupan manusia yang terlihat didalam gerak-gerakan berputar, menyilang dan menusuk yang semuanya itu sebagai simbol mengusir sesuatu yang buruk dikehidupan manusia.

Dalam Tari Nirbaya  ini geraknya mengambil dari teknik gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang bisa dikatakan dilebaykan (istilah jaman now) atau di lebih-lebihkan, sehingga tekniknya menjadi lebih mantap dan sangat cocok dengan tema yang mau disampaikan. Dominasi geraknya banyak stakato.

Sedangkan pola lantainya banyak sekali memperlihatkan gerakan-gerakan berputar dan diagonal yang semuanya itu ingin menunjukan makna untuk menghindar ataupun menyerang, yang semuanya di kontrol pada porosnya untuk menstabilkan hal-hal yang tidak stabil.

Busana yang dikenakan lebih banyak banyak didominasi warna merah dan hijau. Warna merah sebagai simbol berani untuk menolak dan hijau sebagai symbol keseimbangan. Dengan asesoris banyak bulu bulu  (sulak) sebagai simbol untuk penghilang sesuatu, kipas untuk mengibarkan dan antingnya berwarna merah dengan bentuk lombok Sedangkan kainnya menggunakan motip kawung yang melambangkan keberadaan bersama-sama, pada penari putranya membawa tongkat yang diibaratkan kuda dan penghalau yang dianalogikan sebagai kuda kepang yang diramu sebagai pengusir yang tidak baik.Irama gendhing dalam tarian ini sangat spesial yang di dalamnya menggambarkan tentang tolak balak dan sebagai wujud untuk sebuah perkawinan menuju kehidupan laki-laki dan perempuan seutuhnya dalam kehidupan berumah tangga.

Sebuah tarian yang mengapresiasikan tentang Budaya Jawa yang banyak menggambarkan tentang hal-hal yang penuh aturan, simbol dan makna menuju kebaikan. Hal-hal yang buruk yang sebenarnya bisa dihalangi atau dinetralkan dengan hal-hal yang baik didalam kehidupan ini, seperti yang tersirat dalam tarian ini, ujar Drs. Setyastuti M.Sn.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-nirbaya/
Comments
Loading...