Tari Nini Thowong, Gelar Budaya Ngesti Langen Budaya DIY

0 14

Tari Nini Thowong

Tari Nini Thowong adalah sebuah tari hiburan tradisional yang menggambarkan tentang sebuah boneka yang menyerupai seorang wanita yang pada jaman dahulu digunakan untuk menyembuhkan orang sakit, yang kali ini unsur tradisinya dibuat tidak mistik tapi lebih cenderung jenaka (gejul). Tari ini merupakan ciptaan dari Didik Nini Thowok, yang kali ini dimodifikasi. Tarian ini mempunyai fungsi sebagai sarana sosial yang dulu ditarikan anak-anak desa untuk bermain bersama di bawah sinar bulan purnama dan sebagai sarana religius sebagai sarana penyembuhan bagi yang kerasukan pasti akan menunjukan obat apa yang dapat menyembuhkan bagi yang sedang sakit.

  

Nini Thowong terbuat dari gayung batok kelapa, enjet, arang untuk menggambarkan wajah seseorang (semacam boneka), yang mana ini merupakan seni budaya peninggalan nenek moyang yang dimainkan pada waktu senggang di bawah bulan purnama. Gerakan pada tarian ini menggabungkan antara ragam gerak tari tradisional dengan ragam gerak tari kontemporer sehingga gerak yang diperlihatkan terlihat variatif. Jarang sekali terlihat pola lantainya berupa simetris, lebih cenderung dinamis dengan gerak-gerakan yang dominan lucu atau gejul terutama pada gerakan mimik  muka dan badan penarinya.

Busana yang dikenakan menggunakan busana tradisional berupa kebaya lengan panjang dengan hiasan layer-layer dipinggang, pada bagian kepala ada bermacam-macam warna bunga ditambah daun palem, sedangkan celananya menggunakan celana panji. Riasan kali ini mukanya tidak dibuat kayak thowong yang biasanya di blok putih tapi dibuat biasa dengan model riasan gejulan pada bagian mulut, pipi maupun mata. Iringan pada tarian ini menggabungkan antara iringan gamelan klasik Jawa yang dipadu dengan iringan kontemporer yang terdengar sangat dinamis dan variatif yang sangat mendukung gerakan-gerakan para penarinya.

Sebuah tarian yang dibuat dengan rasa mistik dan komedian jadi satu dengan harapan agar para penonton tidak bosan melihat tari-tarian yang rata-rata dibuat kesan serius. Disini juga muncul kejutan-kejutan adegan dengan harapan agar penonton semakin penasaran melihat adegan selanjutnya. Dengan tarian ini, kita diingatkan  kembali bahwa kita kaya akan seni dan budaya yang harus selalu kita jaga, lestarikan dan dikembangkan sehingga menambah khasanah budaya Indonesia yang dapat dijadikan sebagai daya tarik Pariwisata serta tidak surut dimakan oleh lekangnya jaman globalisasi.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-nini-thowong/

Leave A Reply

Your email address will not be published.