Tari Ndolalak dari Kabupaten Purworejo

0 82

Tari Ndolalak adalah sebuah tarian khas asal Purworejo, Jawa Tengah yang mana geraknya didominasi oleh gerakan kompak dan dinamis layaknya tari keprajuritan. Tarian ini mempunyai ciri khas yang dinamakan gerak kirig yaitu gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu. Nama Ndolalak diambil dari not do dan la, karena awalnya tari ini hanya diiringi dengan alat musik 2 nada. Menurut sejarahnya Tari Ndolalak terinspirasi dari serdadu Belanda pada saat beristirahat di camp peristirahatan yang mana mereka melakukan pesta dan berdansa.

Aktivitas tersebut ditiru oeh para pribumi dan terciptalah gerak yang sederhana dan berulang-ulang. Dalam pertunjukannya, Tari Ndolalak bisa dimainkan secara berkelompok, berpasangan maupun tunggal. Dalam perkembangan tarian ini mengalami berbagai perubahan atau dimodifikasi mengikuti jamannya mulai dari musik pengiring, gerak tarian maupun kastum yang digunakannya. Tarian ini mempunyai ragam gerak sesuai dengan daerah asalnya, seperti gaya Kaligesingan, Mlaranan, Bayuuripan maupun Sejiwan. Tarian ini sering di tarikan pada saat-saat tertentu saja seperti pada saat hajatan mantu, sunatan maupun syukuran.

Gerak dalam Tari Ndolalak mempunyai istilah-istilah tersendiri mulai dari gerak kaki, seperti sadeg, tanjak, hayog, sered, mancad, jinjit, kemudian gerakan tangan dengan istilah ngruji, teweg, gregem, bapangan, wolak-walik, tangkisan, gerakan badan dengan istilah ogek, entrag dan geblag, pada gerakan leher dengan istilah tolehan, lilingan, coklekan dan terakhir pada gerakan bahu dengan istilah kirig dan kedher.

Pada kastum Tari Ndolalak biasanya menggunakan baju lengan panjang dan celana pendek dengan asesoris warna keemasan pada bagian dada dan punggung. Pada bagian kepala menggunakan topi pet hitam dengan asesoris warna-warni sedangkan pada bagian kaki menggunakan kaos kaki panjang. Sedangkan pada bagian pinggang menggunakan sampur.

Pada iringan tarian ini dulu hanya sebatas acapela, tetapi dalam perkembangannya sekarang ini dimodifikasi dengan kendang, terbangan, bedug, kecer maupun organ. Sedangkan lagunya untuk mengiring tari ini jenisnya banyak sekali seperti pop, dangdut bahkan campur sari. Untuk syairnya bertema tentang agama, percintaan, kritik atau sindiran sosial, kegembiraan tentang kehidupan.

Ada sisi lain pada Tari Ndolalak yang unik, dimana sebelum ditarikan disediakan sesaji seperti bunga setaman, kelapa, pisang, jajan pasar dan alat kosmetik. Semua itu disiapkan untuk penari-penari yang mengalami trance (kerasukan roh halus). Dalam keadaan seperti ini biasanya penari kadang melakukan hal-hal yang aneh diluar kebiasaannya. Maka disini perlu adanya mantra yang digunakan oleh sesepuh grup untuk mengendalikan penarinya.

Tetapi sekarang sisi unik ini dihilangkan karena tarian ini hanya untuk hiburan dalam pemetasannya dan banyak orang yang lebih senang dengan menghilangkan adegan trance yang konotasinya dianggap sebagai sirik maupun musrik. Salah satu potensi kearifan budaya lokal yang harus dilestarikan yang dapat digunakan untuk menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Purworejo, Jawa Tengah di sektor Pariwisata. Seni tari ini diharapkan tumbuh dan berkembang lebih kreatif oleh generasi muda, yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi.

Source https://myimage.id https://myimage.id/sensasi-tari-ndolalak-dari-purworejo/
Comments
Loading...