Tari Manggalatama AK Seni dan Budaya Yogyakarta

0 67

Tari Manggalatama adalah sebuah tari gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang seorang prajurit yang sedang berlatih perang (olah kanuragan) dengan properti pedang dan tameng dengan jurus-jurusnya seperti menusuk kedepan, samping kanan, samping kiri dan siap siaga. Tarian ini diciptakan oleh KGPA Pakualaman yang ke V yang merupakan tarian khas Pura Pakualaman Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan perpaduan antara tari gaya Yogyakarta dengan tari gaya Surakarta.

Tarian ini ditarikan sebagai salah satu tarian pembuka dalam acara Drama Tari Geni Seni Sak Pelik yang merupakan acara dalam rangka menyambut wisuda yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 September untuk Angkatan 4 oleh Ngarso Ndalem. Tari Manggalatama  merupakan tari yang di persembahan untuk  Akademi, Dosen dan masyarakat yang diselengarakan pada tanggal 1 September jam 19.30 wib sampai selesai di Pendopo Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta.

Gerak Tari Manggalatama ini mengambil dari gerak-gerak tari khas dari Pura pakualaman Yogyakarta yang mempunyai gerak tari tersendiri yang merupakan perpaduan antara tari klasik gaya Yogyakarta dengan tari gaya Surakarta. Sedangkan pola lantainya mengacu pada tari tunggal, dimana tidak banyak berpindah tempat atau banyak diamnya (statis) ditengah panggung, hanya sedikit sekali terjadi variasi yang kedepan, belakang, kanan, kiri.

Busana yang dikenakan pada bagian kepala menggunakan songkok merah, bagian badan menggunakan kaweng, klat bahu, stagen, kamus timang, sampurnya bernama gendolo giri warna kuning, buntal, kain parang, celana cinde. Properti yang digunakan berupa pedang dan tameng. Riasan yang digunakan menggunakan riasan putra gagah yang sangat mendukung sekali karakter tarian yang dibawakan sebagai seorang prajurit yang gagah berani. Iringan gendhingnya menggunakan ladrang bimo gordo, dengan dominasi pada alat musik kendangnya.

Antara iringan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan  penarinya atau dapat dikatakan iringanya kawin dengan tariannya, keduanya saling menyesuaikan. Makna yang bisa kita petik dalam tarian ini adalah, hendaklah kita selalu konsentrasi terhadap segala hal, seperti seorang prajurit yang harus berkonsentrasi dalam melaksanakan tugasnya untuk mengabdi kepada negara walaupun dalam latihan perang, dimana dituntut harus tangkas dengan permaian pedang dan tamengnya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-manggalatama-ak-seni-dan-budaya/
Comments
Loading...