Tari Lengger Topeng Jangkrik Genggong Sanggar Satria Wonosobo

0 233

Tari Lengger Topeng Jangkrik Genggong yang merupakan sebuah kesenian tradisional kerakyatan dari salah satu kesenian khas Wonosobo yang atraktif, menarik dan mempesona yang didalamnya menceritakan tentang pergaulan hidup di masyarakatnya.

Sebuah sajian kesenian yang dikemas dengan konotasi yang baru dalam pengembangan seni tradisonal dimana orientasi sajian tarinya berasal dari tari gaya Wonosoboan yang dipadu dengan tari kerakyatan Jawa Tengah.

Tarian ini diciptakan pada tahun 2017 oleh Waket Prasudi Puger S.Pd yang tergabung dalam Sanggar Satria, yang kali ini dipentaskan di pagelaran Pentas Tari Bersama di Taman Indonesia Kaya Semarang.

Pentas Tari Bersama ini diadakan pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2018. Pementasan di bagi dua, pada pukul 17.00 – 17.45 wib khusus tarian anak-anak, kemudian pada pukul 19.30 – 22.000 wib untuk tarian dewasa yang diselenggarakan di Taman Indonesia Kaya Semarang.

Pementasan ini diadakan oleh Sanggar Greget Semarang yang bekerja sama dengan Kementrian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan beserta Taman Indonesia Kaya Semarang.

Pada tahun ini mengambil tema “Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya” dengan makna bahwa Pentas Tari Bersama ini benar-benar merupakan inisiatif dari gerakan masyarakat dan sanggar-sanggar tari dalam mengekspresikan jiwa seni sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangang seni budaya Indonesia secara nyata.

Terciptanya Tari Lengger Topeng Jangkrik Genggong ini terinspirasi dari dari banyaknya ragam topeng pada kesenian Topeng Lengger di Wonosobo, sehingga berniat mengangkat tari topeng ini, yang digarap menjadi sebuat tari topeng yang diharapkan lebih mempunyai karakter.

Sanggar Satria Wonosobo berdiri pada tanggal 17 Juli 1998 beralamat di Jl. Pakuwojo No.10 Sumberan Barat, RT 02, RW 02, Gg.Sasongko, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, yang menfokuskan dalam pelatihan Seni Tari, Wayang Orang, Kethoprak, dan Rias Busana.

Gerak dalam tarian ini menggunakan ragam gerak tari tradisional gaya Banyumasan dan Wonosoban yang dalam hal ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu Maju Beksan yang didalamnya menggambarkan Penari Topeng Gandrung dengan Lengger (penari perempuan).

Kemudian Inti Beksan yang didalamnya menggambarkan pergaulan penari Topeng Kangkrik Genggong yang kasmaran dengan Lengger (penari perempuan), dan Mundur Beksan yang menggambarkan kegembiraan penari yang berpasangan.

Busana yang dikenakan terbagi menjadi dua, dimana pada penari putra menggunakan ikat kepala, plisir ikat kepala, kalung, deker, sabuk warna hitam, epek timang, jarik wiru, sampur, baju lengan pendek, celana pendek warna hitam ukuran ¾ dan Topeng Jangkrik Genggong dengan riasan ganteng /bagus.

Sedangkan busana yang dikenakan pada penari putrinya pada bagian kepala, rambut diurai memakai jamang lengger motif ayam alas, sampur, kalung inten, rompi lengger luk ayam alas, slepe, jarik lengger motif gaya Wonosobo dan gelang tangan serta memakai riasan cantik. Properti yang digunakan berupa topeng dan sampur.

Iringan musik yang mengiringi tarian ini merupakan garapan yang menggunakan gamelan klasik Jawa seperti kendang, kempul laras pelog, gong, bonang barung laras pelog, gender laras pelog, demung 2 laras pelog, saron 2 buah laras pelog, bende Jawa gaya Wonosobo dan satu set Kenong laras pelog yang dikombinasikan dengan vocal Lengger Topeng Jangkrik Genggong yang dinyanyikan sindhen dan Gerong berupa uran-uran Genggongan.

Sebuah pelestarian dan pengembangan seni budaya yang disesuaikan dengan perkembangan jaman lewat tarian lengger topeng yang dilakukan secara nyata dan layak mendapatkan apresiasi oleh siapa saja. Oleh para seniman daerahlah embrio-embrio seni budaya ini sangat potensial di hidupkan dan dikembangkan, karena ini merupakan bagian dari seni budaya Indonesia yang terkenal dengan keberagamannnya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-lengger-topeng-jangkrik-genggong/
Comments
Loading...