Tari Lengger Lobong Ilang tarian khas Kabupaten Banyumas

0 252

Tari Lengger Lobong Ilang merupakan sebuah tarian tradisional khas Banyumasan yang menceritakan tentang perjuangan seorang wanita dalam memperoleh hak-haknya didunia ini dengan melakukan kepasrahan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tari Lengger Lobong Ilang terinspirasi dari anggapan dulunya tarian ini dianggap tarian yang penuh dengan kemaksiatan (tarian protitusi terselebung). Dimana dulu anggapannya setelah menari, para penari perempuan ini bisa diajak berhubungan intim layaknya suami istri oleh siapa saja yang menginginkannya (melayani para hidung belang).

Tarian ini merupakan pemadatan pertunjukan lengger yang dulu dimainkan semalam suntuk mulai dari gambyongan sampai baladewo yang merupakan khas Banyumasan. Rata-rata penari lengger adalah gadis remaja yang selain wajahnya cantik dan mempunyai tubuh yang aduhai juga mempunyai kemampuan menari dan menyanyi yang sangat bagus (mempesona). Tari Lengger Lobong Ilang berasal dari lobong dan ilang yang mana lobong dapat diartikan sebagai luweng atau luwang yang berarti lubang. Adapun ilang berarti hilang sehingga bila keduanya digabung dan diartikan secara filosofis mempunyai arti seseorang yang kehilangan kesempatan dalam perjalanan hidupnya di dunia ini. Dan akibatnya dia akan mengalami kerugian yang besar karena tidak bisa diulang untuk kedua kalinya di dalam hidup ini.

Hal ini berhubungan bilamana seseorang sudah meleburkan diri menjadi lengger maka dia telah menyia-nyiakan kesempatan hidupnya dengan martabatnya sendiri karena dengan profesinya ini berarti dia sudah menjadi bagian milik orang banyak. Biasanya Tari Lengger Lobong Ilang tanpa adanya alur cerita yang mana tarian ini diungkapkan dalam alur gerak tarian yang didukung oleh iringan musik. Dan biasanya terdapat beberapa bagian dalam tarian ini yang diawali dengan ungkapan fitrah kewanitaan sebagai perempuan yang menjadi tauladan di masyarakat, kemudian dilanjutkan tentang gambaran lengger yang didominasi oleh gerakan yang erotis, dinamis dan bersemangat.

Yang dilanjutkan dengan gerak tarian yang menunjukan kemarahan, berontak serta bersifat agresif dan yang terakhir adalah gerak yang menggambarkan totalitas kepasrahan diri penari lengger terhadap Tuhan Yang Maha Esa atau biasanya disebut fase pencerahan. Tarian ini diiringi dengan gamelan khas jawa klasik yang disertai gendhing-gendhing Banyumasan. Ada beberapa bagian dalam mengiringi tarian ini seperti gendhing ilo gendhing laras slendro pathet manyura, gendhing lobong ilang laras slendro pathet manyura, gendhing kulu-kulu laras slendro pathet 33 manyura dan gendhing kebogiro laras slendro pathet manyura.

Pada pagelaran pentas ini Tari Lengger Lobong Ilang ditarikan secara berkelompok dan yang paling menarik pas tarian ini disajikan, suasana jadi “pecah” dimana para penonton disajikan tarian yang sangat menarik. Yang mana ada beberapa penari ini laki-laki yang berhias diri dengan riasan penari wanita. Gerak mereka sangat luwes dan heboh yang bisa dikatakan melebihi para penari perempuannya,  terutama goyang pinggulnya membuat para penonton histeris antara geli dan terpesona. Mulai tepuk tangan , teriakan sampai yel-yel pendukung maupun penonton menjadi satu.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-lengger-lobong-ilang/
Comments
Loading...