budayajawa.id

Tari Kuntulan Pemalang

0 47

Tari Kuntulan Pemalang

Kuntulan ialah jenis kesenian Islami yang asli dari Kabupaten Pemalang. Kesenian ini berisi tentang gerakan-gerakan yang demonstratif yang mempunyai dasar adalah dari gerakan jurus-jurus silat/pencak silat yang gerakannya dimodifikasi biar jadi bagus,artistik terus akrobatik, jadi bisa buat pertunjukkan hiburan, apalagi diiringi suara-suara perangkat musik, umumnya Rebana Karo Bedug dan juga diiiringi bacaan salawat Nabi Muhammad SAW. Kesenian kuntulan biasanya diadakan untuk penyambutan tamu-tamu kehormatan, tamu-tamu resmi, diadakan untuk hiburan upacara perkimpoian, khitanan atau hajatan lainnya, juga di acara-acara peringatan Kemerdekaan RI dan  peringatan hari-hari penting lainnya.

Trengganom/kuntulan termasuk tarian rakyat yang sudah tua, yang hingga sekarang masih hidup walaupun jarang sekali ditemui. Waktu kemunculannya tidak banyak diketahui orang. Para informan mengatakan bahwa jenis kesenian ini sudah lama ada dan mereka hanya mewarisinya dari orang tua atau kakek mereka saja. Kesenian ini hampir punah karena para pemuda sekarang tampaknya sudah tidak lagi tertarik pada kesenian ini, padahal generasi tua sudah terlalu tua untuk bermain.

Jadi tidak ada atau sangat sedikit orang yang bersedia dan dapat meneruskan jenis kesenian ini. Tarian Trengganom atau kuntulan termasuk jenis tari-tarian berpasang pasangan, sedangkan fungsi dan pertunjukannya hanyalah sebagai tontonan/hiburan. Pemain Trengganom ada sekitar 40 orang dengan perincian: 10 orang sebagai pemain musik dan vokalis, sedangkan yang 30 orang menjadi penari. Kostum pemain terdiri dan peci yang diberi hiasan (kertep), baju atau kaos lengan pendek, celana pendek dan kaos kaki panjang. Pemain yang ada di paling depan dan belakang memakai kacamata.

Tarian yang ditampilkan mengambil gerakan jurus-jurus dan pencak silat dan dilakukan secara spontan menurut irama musik. Ketika menari posisi kaki pemain kadang-kadang terbuka, kadang-kadang tertutup, sedangkan posisi lengan rata-rata sedang. Vokal disampaikan dalam bentuk nyanyian berbahasa Arab. Adapun alat musik yang dipakai adalah 3 buah terbang dan 1 (satu) jedor, ditambah seruling dan harmonika.

Pemegang instrumen musik umumnya merangkap vokalis. Selain itu juga masih ada vokalis khusus. Letak pemain alat musik bebas, tidak terikat kepada pemain, apakah harus di depan, di belakang ataupun di samping. Para pemain tidak memakai rias muka. Pertunjukan kesenian ini biasanya diselenggarakan dengan menggunakan halaman rumah penduduk ataupun halaman masjid pada malam hari dan memerlukan waktu 4 sampai 5 jam, mulai dari jam 20.00 hingga jam 01.00. Alat penerangan adalah lampu petromak untuk zaman sekarang, dan lampu gembreng atau gantung di zaman dahulu.

Source http://blog.unnes.ac.id http://blog.unnes.ac.id/inggitsilvia/2015/11/15/tari-kuntulan-pemalang/
Comments
Loading...