Tari Kodrat

0 103

Tari Kodrat yang merupakan sebuah karya tari yang berbeda dengan karya tari yang lainnya yang biasanya disiapkan dengan keindahan tapi bagi Icuk itu semua malah menjadi pantangannya. Secara umum, karya-karya beliau  selalu jauh dari suatu bentuk sajian tari yang indah, dimana disini diberikan sesuatu bentuk tari yang baru dan bisa dijadikan sebagai sebuah apresiasi seni dari lubuk hati terdalamnya. Kodrat merupakan karya tari beliau terbaru di tahun 2018, yang kali ini di pentaskan di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober 2018 pada pukul 20.00 wib sampai selesai. Icuk Ismunandar merupakan alumnus ISI Yogyakarta yang lahir pada tanggal 30 Oktober 1968 di Yogyakarta, tepat 50 tahun (Golde Age).

Karya beliau selalu unik-unik diantaranya Naif Superstar Semar (2003), Sendratari Anggayuh Kasempurnaan (2008), Untukmu Penghiasku (2011) dan Pesta Upil (2016). Menurut beliau, kata “Naif” yang merupakan nikah Icuk dengan fantasinya, memiliki dua pengertian yang berbeda, pertama diartikan dan dikaitkan dengan sisi agama yang berarti sebagai sesuatu yang keliru namun tetap dilakukan oleh manusia didunia ini. Kedua, diartikan secara umum yang berarti sebagai sesuatu yang lugu, bersahaja dan kekanak-kanakan. Berangkat dari Naif yang dilihat secara umum inilah yang kemudian selalu menghiasi karya-karya dari seorang Icuk Ismunandar.

Dalam pertunjukan karya tari yang diberi headline SUPERSTAR TIPU-OK atau suatu Pertunjukan Seni Tari Tiga Puluh Oktober (tanggal lahir beliau) ini akan menampilkan sebuah karya tari yang diberi judul Kodrat. Konsep dari tarian ini merupakan sebuah pemikiran, interpretasi dan imajinasi peribadinya. Baginya, seni adalah sebuh ekspresi jiwa, yang kemudian diwujudkan dalam ekspresi bahasa gerak yang keduanya melalui proses menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Filosofi dasar yang dianut beliau dalam membuat sebuah karya tari adalah siapa yang menanam, maka dialah yang akan menuai. Dalam proses penciptaan karyanya pun selalu menggetengahkan ekspresi yang jarang dimunculkan, yaitu selalu menghadirkan lekuk tubuh manusia (tabu dan saru).

Gerak dalam karya Tari Kodrat memiliki sebuah konsep pemikiran “kurungan dalam kurungan”, konsep ini diartikan sebagai sebuah rasa malu yang biasa terjadi didalam diri manusia, yang sebenarnya berasal dari pikiran yang ada pada manusia. Busana yang dikenakan juga sangat minimalis, simple dan sederhana sekali dalam artian yang lebih luas, siapa saja bisa menarikan tarian ini, bahkan busana habis bangun tidur sekalipun. Inilah salah satu ciri yang dipunyai oleh beliau yang dipakai sejak menjadi mahasiswa ISI Yogyakarta yang selalu menampilkan bentuk tubuh penarinya. Iringan musik yang mengiringi Tari Kodrat merupakan gabungan antara gamelan klasik Jawa dengan alat musik modern (midi) yang sangat variatip dan dinamis menambah ke unikan dari tari Kodrat ini. Gabungan yang sangat selaras yang diikuti oleh penarinya yang tabu dan saru tapi tetap keren (cool). Tarian ini cenderung untuk umur 18++. Tari Kodrat. Sebuah karya tari yang memandang sisi lain atas sebuah fenomena yang terjadi di kehidupan manusia pada umumnya. Inilah yang disebut dengan dekontruksi manusia pada umumnya dan kita seringkali lupa pada kapasitas diri kita sendiri, ujar Icuk Ismunandar.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-kodrat/
Comments
Loading...