Tari Klono Alus Sri Suwelo

0 5

Tari Klono Alus Sri Suwelo

Tari Klono Alus Sri Suwelo adalah sebuah tarian gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang Dewi Arimbi yang merubah dirinya (menyamar) menjadi Raja yang halus (Prabu Sri Suwelo), karena dia sedang gandrung dengan Raden Werkudoro. Tarian ini ditarikan oleh Sanggar Tari Irama Tjitra pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 18 Maret 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Sanggar Irama Tjitra adalah sebuah sanggar tari gaya Yogyakarta yang berdiri pada tanggal 25 Desember 1949 yang kegiatan setiap harinya di Bangsal Wiyoto Projo, Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY. Sanggar ini dulunya dibentuk oleh para seniman-seniman muda yang bergabung di Sanggar Tari Krido Bekso Wirama yang merupakan sanggar tertua di Yogyakarta yang lahir di luar tembok Kraton Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus 1918. Sanggar Irama Tjitra pernah vakum agak lama lepas peristiwa pada tahun 1965 di Indonesia, tapi kemudian mulai aktip lagi pada tahun 1997 sampai sekarang. Sanggar ini sekarang lebih memprioritaskan regenerasi penari, dimana penari yang lebih muda lebih diberi kesempatan untuk tampil pentas dengan bimbingan para seniornya.

Tari Klono Alus Sri Suwelo merupakan tarian tunggal yang ide ceritanya diambilkan dari wayang wong gaya Yogyakarta, dimana versi utuhnya sangat panjang sekitar 1 jam lebih, tapi kali ini dibawakan hanya sekitar 15 sampai 20 menit. Dulunya tarian ini hanya ditarikan di dalam Kraton saja, tapi dalam perkembangannya sekarang bisa ditarikan diluar Kraton, hal ini sangat baik sekali untuk pelestarian dan pengembangan tarian-tarian klasik agar lebih merakyat yang dapat dijadikan sebagai salah satu hiburan rakyat yang berkelas.

Gerak dasar yang digunakan pada Tarian ini disebut dengan Kala Kinantang Alus, yang awalanya geraknya disebut dengan maju gendhing, kemudian pada bagian tengah yang merupakan gerakan utamanya disebut Muryani Busono. Disini geraknya menceritakan gandrungnya Prabu Sri Suwelo kepada Raden Werkudoro yang terdiri dari atrak jamang, atrak sumping, miwir boro, dolanan sampur dan gerakan terakhir disebut dengan mundur gendhing. Struktur utama pada tari Klasik gaya Yogyakarta selalu ada maju bekso, inti bekso dan mundur bekso.

Busana yang digunakan pada tarian ini seperti busana Wayang Wong yang diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, dimana semua memakai tepen, tapi seiring waktu busana ini oleh para penata ahli busana Sri Sultan Hamengku Buwono VIII disesuaikan dengan busana Wayang Kulit, hal ini dilakukan untuk lebih menunjukan karakter yang dimainkan.

Pada bagian kepala ada namanya irah-irah, lar (bulu), sumping, jamang, karena ini menceritakan seorang raja maka harus memakai probo. Probo adalah tanda yang digunakan hanya untuk seorang raja (ikonnya raja), selain itu juga memakai stagen, timang, boro, sampur dan celono panji. Riasan pada tarian ini memakai riasan karakter brayak (layap) yang menunjukan bahwa pembawa tarian ini mempunyai sikap yang sangat dinamis dan bicaranya pasti menggunakan intonasi yang cenderung tinggi.

Memang biasanya dalam tarian golek, tarian klono, tarian srimpi dan bedoyo itu disebut berdasarkan gendhing-gendhingnya. Meskipun banyak juga yang di beri nama lain, semisal tari klono alus srisuwelo dengan gendhing sumiyar, tari srimpi ronggo janur dengan gendhing ketawang ronggo janur.

Beda  lagi kalau beksan yang menyesuaikan lakonnya, seperti Gatotkoco Sutedjo maka disebut beksan Gatotkoco Sutedjo. Kali ini gendhing pada tarian ini menggunakan gendhing ladrang sumiyar pelog barang dengan gamelan klasik Jawa. Tarian ini merupakan salah satu kekayaan seni budaya, berupa tari gaya Yogyakarta yang menambah keaneka ragaman tari yang ada di Indonesia. Ini dapat digunakan sebagai daya tarik Pariwisata bagi wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Indonesia, khususnya di Kraton Yogyakarta.

Source https://myimage.id https://myimage.id/coollll-tari-klono-alus-sri-suwelo/

Leave A Reply

Your email address will not be published.