Tari Jhatilan Barongan Samin Edan, Tari Tradisi Blora

0 163

Tari Jhatilan Barongan Samin Edan yang merupakan tarian tradisi dari Kabupaten Blora yang didalamnya menceritakan tentang sekumpulan pasukan wanita yang menaiki kuda yang memiliki keberanian dan kekompakan tapi memiliki sikap yang centhil layaknya seorang wanita, yang kesemuanya ini menggambarkan nilai dan spirit dari masyarakat Blora.

Tarian ini diciptakan oleh Endik Gutaris pada tahun 2010, yang diciptakan dalam rangka menyambut para mahasiswa Sendratasik Universitas Padang dalam rangka tour yang dilakukan di beberapa jurusan sesama sendratasik di universitas yang terdapat di Indonesia.

Nama Barongan Samin Edan ini hasil celetukan dari Pak Ateng, dimana nama Samin Edan berasal dari kata Samin Surosentiko yang merupakan pejuang atau tokoh pahlawan dari Kabupaten Blora pada jaman penjajahan Belanda.

Samin Surosentiko memiliki siasat perang dengan menggunakan sikap seperti orang gila dengan maksud agar warga Blora bila ketemu penjajah bersikap seperti orang gila, hal ini dilakukan agar mereka tidak membayar upeti kepada penjajah Balanda waktu itu.

Tarian ini merupakan asli tari tradisi dari Kabupaten Blora, yang kali ini di peruntukan bagi para mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang dalam rangka melaksanakan mata kuliah Ujian Tari Jawa Tengah II di Karisidenan Blora.Tari Jhatilan Barongan Samin Edan dipentaskan di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tepatnya pada tanggal 26 Novemberi 2018 pukul 08.30 sampai selesai dengan dosen pembimbing Drs. Indriyanto, M.Hum, Rimasari Pramesti Putri, S.Pd., M.Pd, Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum, Dr. Restu Lanjari, S.Pd., M.Pd dan Sestri Indah Pebrianti, S.Pd., M.A.

Pada tahun ini tema yang diangkat adalah “Batari Gumilang” yang mempunyai makna, bahwa para mahasiswa ini adalah kelompok kelompok putri yang gumilang atau cemerlang di kesenian khususnya tradisi Jawa Tengah dalam mata kuliah ini difokuskan pada kesenian Kuda Kepang.

Gerak tari ini menggunakan ragam gerak baru yang menginterpretasikan “gila” atau diluar kebiasaan manusia pada umumnya yang sifatnya sangat dinamis dan variatip, tapi mempunyai ciri khas yaitu pada speed dan power serta ketahanan tubuh. Masalah estetika memiliki tempo yang kenceng dan sesek. Geraknya banyak pada volume kaki yang lebar, geyolan pinggul serta ekspresi wajah.

Busana yang dikenakan, pada bagian kepala menggunakan iket, jamang, sumping, kalung kace, pada badan menggunakan mekak merah, klat bahu, sabuk, gelang tangan, sedangkan pada bagian kaki menggunakan sampur, rapek, jarik dan gelang kaki dengan properti kuda kepang dan pecut. Riasnya menggunakan riasan karakter.

Iringan yang mengiringi Tari Jhatilan Barongan Samin Edan merupakan musik garapan yang menggunakan gamelan klasik Jawa dengan iringan slendro yang dipadu dengan musik lainnya.

Konsekuensi dari makin variatifnya Jathilan ini memberikan alternative yang lebih banyak di dalam industri Pariwisata yang berpengaruh terhadap tanggapan Jathilan, selain sebagai bagian dari sebuah upacara, sekarang lebih sebagai tontonan atau hiburan rakyat.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-jhatilan-barongan-samin-edan/https://myimage.id/tari-jhatilan-barongan-samin-edan/
Comments
Loading...