Tari Jejer Gandrung Khas Banyuwangi

0 56

Tari Jejer Gandrung Khas Banyuwangi

Tari Jejer Gandrung adalah tarian yang berasal dari Banyuwangi,Jawa Timur.Gandrung yang berarti terpesona,menggambarkan tentang masyarakat Blambangan Banyuwangi yang memberi hormat atau syukur terhadap Dewi Sri (Dewi Padi) yang membawa kesejahteraan hasil panen bagi masyarakat.

Pertunjukan tari jejer gandrung dipentaskan sebagai wujud rasa syukur masyarakat setiap selesai panen.Tidak hanya itu saja,tari jejer gandrung juga dipentaskan pada berbagai acara seperti perkawinan,pethik laut,khitanan,tujuh belasan,dan acara-acara formal dan informal yang ada di Banyuwangi.Bentuk pementasan seni ini adalah melibatkan seorang penari perempuan profesional yang menari bersama tamu terutama laki-laki dengan diiringi musik gamelan

Sejarah Tari Jejer Gandrung muncul bersaman dengan dibabat hutan Tirtagondo untuk membangun ibu kota Blambangan atas prakarsa Bupati Mas Alit pada tanggal 2 Februari 1774.Namun terdapat versi lainnya lagi.Yaitu versi Joh Scholte.Didalam makalahnya,dia menuliskan bahwa terdapat seorang lelaki perjaka bersama teman-temannya memainkan musik dengan menggunakkan kendang sambil berkeliling desa.Dan sebagai upah,mereka diberi hadiah berupa beras oleh masyarakat desa tersebut.

Menurut makalah Joh Scholte, tari jejer gandrung peratama kali ditarikan oleh para lelaki dengan instrumen utama adalah kendang.Namun lambat laun para penari laki-laki ini pun diganti oleh perempuan dengan tokoh pertamanya adalah bernama Semi,putri Mak Midhah.Semula tarian ini hanyalah boleh ditarikan oleh penari keturunan gandrung,tapi sejak tahun 1970-an mulai banyak perempuan-perempuan lain yang mempelajari dan menarikannya.

Tata busana penari Jejer Gandrung yaitu :

a)Bagian Tubuh

            Busana ini terdiri dari baju yang terbuat dari beludru berwarna hitam,dengan dihiasi dengan ornamen kuning emas,serta manik-manik yang mengkilat dan berbentuk leher botol yang melilit hingga dada,sedang bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka.Dibagian Leher dipasang ilat-ilatan yang menutup dada.Sedangkan pada bagian lengan dihiasi masing-masing dengan satu buah kelat bahu dan bagian pinggang dihiasi dengan ikat pinggang dan sembong serta hiasan kain berwarna-warni.Dan selendang selalu dikenakan di bahu.

b)Bagian Kepala

            Di bagian kepala dihiasi oleh mahkota yang disebut omprok yang terbuat dari kulit kerbau yang disamak dan diberi ornamen berwarna emas dan merah serta ornamen tokoh Antasena serta menutupi seluruh rambut penari.Pada omprok ini juga dihiasi ornamen yang berwarna perak yang berfungsi membuat wajah penari terkesan seperti bulat telur,dan ditambah dengan ornamen bunga yang disebut cundhuk mentul di atasnya.Untuk pemberian kesan magis,biasanya dipasang hio pada omprok

c)Bagian Bawah

            Pada bagian bawah,para penari menggunakkan kain batik dengan corak bermacam-macam.Yang paling umum digunakkan adalah batik dengan corak gajah oling,corak tumbuhan dengan belali gajah pada dasar kain putih.Tidak hanya itu saja,para penari juga memakai kaus kaki.

Instrumen yang digunakkan dalam tari Jejer Gandrung terdiri darai satu buah kempul atau gong,satu buah kluncing,2 buah biola,2 buah kendhang,dan sepasang kethuk serta diiringi oleh panjak.Terkadang pula terdapat instrumen seperti saron Bali,angklung,rebana.

Tahapan pertunjukan dari tari Jejer Gandrung adalah :

a)Jejer

            Jejer adalah tahapan pembuka dari pertunjukan jejer gandrung.Para penari biasanya menyanyikan beberapa lagu secara solo tanpa tamu.

b)Maju

c)Seblang Subuh

            Ini adalah bagian penutupan dari tari Jejer Gandrung dimana para penari memulai dengan gerakan perlahan dan penuh penghayatan

Source http://tempatsaring.blogspot.co.id http://tempatsaring.blogspot.co.id/2013/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.