Tari Glipang Lumajang

0 130

Tari Glipang Lumajang

Tari Glipang adalah sarana hiburan bagi masyarakat Lumajang baik untuk penyambutan tamu maupun tamu-tamu penting lainnya. Selain itu Tari Glipang juga untuk acara pembukaan seperti pada acara HARJALU (Hari Jadi kota Lumajang) dan pada acara agustusan dengan adanya karnaval.

Tari glipang ini di iringi menggunakan alat musik seperti ketipung lanang dan ketipung wedok untuk mengiringi para penari. Biasanya tari glipang ini dimainkan oleh 5 orang laki-laki, namun bisa juga dibawakan oleh perempuan asalkan memenuhi kaidah aturan seperti tarian laki-laki yang gerakannya ada perpaduan gerakan silat seperti tendangan dan tangkisan juga sholawat yang biasanya juga di iringi alat musik jidor, rebana dan kecrek yang biasa digunakan di mushola. Konon dahulu juga digunakan sebagai sarana penyebaran agama islam di Lumajang.

Masyarakat yang menonton dan menyukai pertunjukan tari glipang dapat memakan waktu yang lama dan bisa saja semalam suntuk. Dalam pertunjukan yang seperti ini maka ditampilkan berulang-ulang bagian-bagian tertentu yang dianggap penting atau digemari oleh masyarakat. Pertunjukan kesenian glipang semalam suntuk terbagi menjadi beberapa tahap:

  • Tahap ke satu: Tari Ngremo Glipang (Tari Kiprah Glipang). Tari ini merupakan bentuk tari yang digunakan untuk mengawali pertunjukan seni glipang.
  • Tahap ke-dua: Tari Baris. Tarian ini dibawakan oleh para penari pria, biasanya disertai penampilan seorang pelawak pria.
  • Tahap ke-tiga: Tari Pertemuan. Tarian dibawakan oleh penari pria dan wanita dalam komposisi berpasangan, disertai dua pelawak pria dan wanita. Peragaan tarian wanita dibawakan oleh penari pria dan dalam adegan ini kedua pelawak berdialog lucu.
  • Tahap ke-empat: Sandiwara (Drama). Membawakan ceritera tertentu dengan tema tertentu pula yang bernafaskan agama Islam.
Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/amynaylan2201/kesenian-tari-glipang-khas-lumajang_58f4c8dbe1afbd482de4f0c3
Comments
Loading...