Tari Gembu atau Gambu Jawa Timur

0 439

Tari Gembu atau Gambu Jawa Timur

Sama seperti tarian yang lainnya.Tarian Gembu/Gambuh menggambarkan prajurit yang berlatih perang dengan berbekal senjata keris dan perisai kecil. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu agung dan para raja di daerah Sumenep, Madura. Tarian ini berasal dari Jawa tepatnya di Jawa Timur.

Pada zaman dahulu tarian Gembu/Gambu lebih dikenal dengan Tari keris. Dalam catatan Serat Pararaton tari Gambu disebut dengan Tari Silat Sudukan Dhuwung. Tarian  ini di ciptakan oleh Arya Wiraraja dan diajarkan pada para pengikut Raden Wijaya kala mengungsi di keraton Sumenep.

Biasanya tarian ini di pentaskan untuk di tonton para masyarakat, tarian ini juga pernah di pentaskan di keraton Daha oleh para pengikut Raden Wijaya pada perayaan Wuku Galungan yang dilaksanakan oleh Raja Jayakatong dalam suatu acara pasasraman di Manguntur Keraton Daha yang selalu dilaksanakan setiap akhir tahun pada Wuku Galungan. Pengikut Raden Wijaya antara lain Lembusora, Ranggalawe dan Nambi diadu dengan para Senopati Daha yakni Kebo Mundarang, Mahesa Rubuh dan Pangelet, dan kemenangan berada pada pengikut Raden Wijaya.

Tari Keris ciptaan Arya Wiraraja ini lama sekali tidak diatraksikan. Pada masa kerajaan Mataram Islam di Jawa yakni pada pemerintahan Raden Mas Rangsang Panembahan Agung Prabu Pandita Cakrakusuma Senapati ing Alaga Khalifatullah (Sultan Mataram 1613-1645). Ia merupakan Raja yang senang akan seni dan budaya tersebut.

Pada waktu itu  Sumenep diperintah oleh seorang Adipati kerabat Sultan Agung yang bernama Kanjeng Pangeran Ario Anggadipa tarian tersebut dihidupkan kembali sekitar tahun 1630, diberi nama “Kambuh” dalam bahasa Jawa berarti “terulang kembali” dan sampai detik ini terus diberi nama Kambuh dan lama kelamaan berubah istilah menjadi tari Gambu dalam logat Sumenep.

Source Tari Gembu atau Gambu Jawa Timur tradisikita
Comments
Loading...