Tari Gambyong : Ciptaan Halus Sri Gambyong

0 440

Tari Gambyong

Gambyong merupakan salah satu tari yang berasal dari  Surakarta, Jawa Tengah. Tari ini awal mulanya hanyalah sebuah tarian jalanan atau tarian rakyat dan merupakan tari kreasi baru dari perkembangan Tari Tayub.

Saat upacara panen dan hendak menanam padi, masyarakat Surakarta, Jawa Tengah tempo dulu akan mempertunjukkan tarian ini sebagai undangan pada Dewi Sri agar ia memberkahi sawah mereka dengan hasil panen yang maksimal.

Nama gambyong sendiri sebetulnya berasal dari nama seorang penari kondang pada masa itu. Sri Gambyong namanya. Sri Gambyong yang memiliki suara merdu dan keluwesan dalam menari telah memikat banyak orang. Pertunjukkan seni Tari Tayub yang dilakukannya di jalanan, bagi banyak orang dianggap memiliki ciri yang sangat khas dan berbeda dari penari biasanya. Sehingga, seluruh masyarakat di wilayah Kasunanan Surakarta pada masa itu tak ada yang tidak mengenal.

Informasi adanya pertunjukkan seni tari nan apik yang dilakukan Sri Gambyong akhirnya sampai ke telinga Sunan Paku Buwono IV, yang merupakan raja Surakarta pada masa itu. Pihak Keraton Mangkunegara Surakarta kemudian mengundang Sri Gambyong untuk mementaskan tarinya. Semenjak saat itu, tari Gambyong yang dimainkan oleh Sri Gambyong semakin dikenal. Banyak orang mempelajarinya hingga akhirnya tarian ini dinobatkan sebagai tarian khas istana.

Pada perkembangan saat ini, tari gambyong masih sering dipertunjukkan dalam acara resmi, acara kenegaraan, maupun acara adat rakyat. Dalam gelaran resepsi pernikahan atau khitan misalnya, tarian gambyong masih dapat kita temukan di Surakarta hingga sekarang.

Tak sedikit pula saat ini generasi muda di Surakarta yang tertarik untuk mempelajari warisan tari dari nenek moyangnya. Dibeberapa sanggar seni, tari gambyong biasanya memiliki kelas tersendiri. Beberapa variasi gerakan pengembangan tari gambyong juga terus dilakukan, hingga menghasilkan beberapa jenis tari gambyong seperti gambyong sala minulya, gambyong gambir sawit, gambyong mudhatama, gambyong dewandaru, gambyong pangkur dan gambyong campursari.

 

Source Tari Gambyong Pareanom kisah asal usul
Comments
Loading...