Tari Gambyong Pangkur

0 119

Tari Gambyong Pangkur

Tari Gambyong Pangkur adalah  tarian yang kini sudah biasa dipakai sebagai tarian massal. Tarian ini merupakan salah satu bentuk tari tradisional Jawa.

Sebenarnya tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari ciri khasnya adalah tarian ini dibuka dengan gendhing pangkur. Makanya tarian akan terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.

Nilai khas tari gambyong terletak pada ornamen gerak tari dan keharmonisan pada gerak dan pola irama kendang. Sedangkan penghayatan total disertai dengan wilet yang bagus akan menambah nilai sensualnya. Hal ini merupakan daya tarik bagi penonton untuk menikmati pertunjukan tari gambyong ini.

Konon tari gambyong tercipta berdasarkan nama seorang waranggana – wanita terpilih, wanita penghibur atau seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita yang pandai membawakan tarian yang sangat indah dan lincah. Nama lengkap waranggana tersebut adalah Mas Ajeng Gambyong. Tak heran, akhirnya dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong.

Perkembangan koreografi ini diawali dengan munculnya tari Gambyong Pareanom pada tahun 1950 di Mangkunegaran, yang disusun ialah Nyi Bei Mintoraras. Setelah kemunculan tari Gambyong Pareanom, muncullah varian tarian gambyong yang berkembang di luar Mangkunegaran, diantaranya: Gambyong Sala Minulya, Gambyong Pangkur, Gambyong Ayun-ayun, Gambyong Gambirsawit, Gambyong Mudhatama, Gambyong Dewandaru, dan Gambyong Campursari.

Source https://gpswisataindonesia.info https://gpswisataindonesia.info/2018/07/tarian-tradisional-kota-madiun-jawa-timur/
Comments
Loading...