Tari Gambyong Gambir Sawit, 100 Thn S. Ngaliman Tjondropangrawit

0 91

Salah satunya Tari Gambyong Gambir Sawit yang merupakan sebuah tari tradisi dari daerah Surakarta Jawa Tengah yang didalamnya menceritakan tentang keluwesan para perempuan Jawa dalam bersolek yang didalamnya mempunyai nilai-nilai kewanitaan yang penuh kelembutan, sabar tapi tetap saja manja seperti halnya perempuan pada umumnya.

Tarian ini di tarikan hari kedua, sebagai tari pembuka di Pagelaran Tari 100 Thn S. Ngaliman Tjondropangrawit yang digelar di Pendopo SMKI (SMKN 8) Surakarta selama dua hari dari tanggal 26-27 Maret 2019 mulai pukul 19.00 wib sampai selesai, dimana hari itu bertepatan dengan HUT yang ke 16 Langen Beksan Nemlikuran.

Sejarahnya dulu tari gambyong merupakan tari rakyat (ledhek) yang kemudian diangkat atau ditarikan di dalam Kraton, tapi sebelum ditarikan di dalam Kraton, tarian ini dibenahi sesuai dengan kaedah-kaedah tarian yang biasanya tampil didalam Kraton.

Dulu di dalam masyarakat tarian yang baik disebut mas gambyong, dari sinilah tarian ini menjadi terkenal dengan nama Tari Gambyong. Tarian Gambyong jenisnya sangat banyak dan biasanya semua sesuai dengan nama iringan gendhing yang mengiringinya seperti Tari Gambyong Pareanom, Tari Gambyong Pangkur, Tari Gambyong Ayun-ayun, Tari Gambyong Solo Minulyo, Tari Gambyong Mudhatama.

Tari Gambyong Gambir Sawit merupakan tari ciptaan S. Ngaliman Tjondropangrawit, yang beliau ciptakan pada tahun 1970 an, dengan iringan gendhing Gambir Sawit yang sudah ada, beliau hanya membuat sekaran-sekaran atau gerak-geraknya saja, dengan elemen gerak tari tradisi yang memang beliau kuasai.

Selama ini Tari Gambyong dipentaskan untuk sebuah pertunjukan dalam rangka menyambut tamu agung atau sebagai tari pembuka dalam sebuah acara atau festival dan biasanya yang menarikan itu para remaja putri. Tapi kali ini ada yang spesial karena yang menarikan adalah para remaja putri “over sek” atau lebih dari seket (umurnya lebih dari 50 tahun).

Patut diajungi jempol semangat para remaja putri “over sek” ini, beliau-beliau ini tampil dengan semangat tinggi, terlihat sekali di setiap geraknya walaupun halus tapi penuh tenaga dan jiwa musikalitasnya juga sangat terlihat dimana di setiap geraknya sangat padu dengan iringan yang mengiringi tarian ini.

Gerak Tari Gambyong Gambir Sawit banyak mengambil dari ragam tari tradisi Surakarta (Jawa Tengah) seperti gebyok, batangan, ulap-ulap, pilesan, laku telu dengan pola lantai yang sangat dinamis, mulai dari bentuk melingkar, zig zag, diagonal dan maju kekiri kekanan.

Busana yang dikenakan, pada bagian kepala menggunakan sanggul gambyong dengan hiasan cunduk mentul. Busana pada badan menggunakan kebaya warna hijau dengan kombinasi jarik motip batik. Properti yang digunakan berupa sampur warna orange.

Iringan yang digunakan menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show dengan gendhing Gambir Sawit yang menceritakan tentang alam yang ada di dunia ini.Tari Gambyong Gambir Sawit

Sebuah pementasan kembali tari yang fenomenal, setelah ditampilkan di Hawai pada tahun 1980 an. Semua ini ingin kembali mengungkap kembali tarian ini supaya Tari Gambyong Gambir Sawit tidak hilang di makan oleh jaman dan tetap ada sepanjang waktu, ujar Bambang Tri Admadja M. Sn, putra S. Ngaliman Tjondropangrawit nomer 3.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-gambyong-gambir-sawit/
Comments
Loading...