Tari Emprak Blitar

0 185

Tari Emprak Blitar

Blitar merupakan daerah tingkat II di Jawa Timur yang mempunyai beberapa kesenian yang berkembang dengan baik, seperti : Jaranan, Tayub, Ketoprak, Ludruk, Wayang Kulit dan sebagainya. Selain kesenian tersebut dijumpai pula kesenian yang tergolong unik yang terdiri dari Sinden, Wiyogo (penabuh alat musik gamelan) dengan beberapa perangkat alat musik gamelan selalu dibawa berjaja dari rumah ke rumah. Kesenian ini dinamakan Emprak atau Ngamen dengan sajian sajian unik yang terkemas antara joget, nyanyi ( sindenan ) dan berbagai gending.

Perangkat dan peraga atau pemain Emprak ini terdiri dari:

–          Sinden atau ledhek (penyanyi/penari)

–          Wiyogo atau panjak ( penabuh alat musik gamelan )

–          Perangkat alat musik gamelan : Kendang, Gong, Balungan,  Gender, Siter, Bonang, Gambang.

Pola sajianya beraneka ragam dengan membawakan beberapa lagu/gending dolanan, tayuban bahkan jaranan. Sinden yang menjadi pusat perhatian tidak hanya melantunkan suara bahkan untuk menarik perhatian kadang dipadu dengan joget (menyanyi sambil menari). Joget yang khas dan popular dibawakan oleh sinden adalah Srampat.

Srampat adalah nama  sebuah gending dengan pola kendangan yang sangat baku yang biasa terdapat pada sajian  kesenian Tayub Blitar, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya. Kesenian Emprak yang dijumpai di daerah Blitar (di desa Maron kecamatan Srengat, tgl  12 Maret 1988) dalam kenyataan keberadaanya sudah hampir punah dan jarang dijumpainya.

Dengan kiat menggali dan mengangkat kesenian daerah, Emprak sangatlah menarik diangkat sebagai tari lepas dan garapan baru demi melestarikan dan mengembangkan serta menambah kasanah seni tari di daerah Blitar dengan pertimbangan sesuai tuntutan kemajuan daerah sekarang dan waktu yang akan datang.

Emprak adalah kesenian yang berjaja dari rumah kerumah dengan sajian-sajian gending maupun jogetan yang unik dan  khas merupakan sumber garap, dengan mengangkat pola tayub dan jaranan yang berkembang di daerah Blitar dan sekitarnya.

Keberadaan emprak ini hampir jarang ditemui bahkan pada wawancara dengan pelaku emprak, hal ini hanya karena merupakan pekerjaan ngamen (berjaja dari rumah kerumah) kadang sulit diterima oleh masyarakat akan kedatangannya yang juga tidak jarang ditolak untuk menjajakan seninya.

Etika selalu dibangun agar kedatangannya berkenan dan narimo (bersyukur) menerima pemberian adalah kesepakatanan yang harus dijalani untuk menjajakan olah seni yang tidak dimiliki oleh setiap insan.

Demi melestarikan dan mengembangkan serta menambah kekayaan seni tari didaerah Blitar dengan pertimbangan sesuai dengan tuntutan kemajuan daerah sekarang dan akan datang maka dengan ide garap dari kesenian emprak dengan menggarap pola Tayub dan Jaranan yang berkembang didaerah Blitar dan sekitarnya menjadi sumber garap tari emprak sebagai tari lepas yang fungsinya sebagai tari selamat datang atau  penyambut tamu.

Source Tari Emprak Blitar Gito Maron
Comments
Loading...