Tari Eko Prawiro Setu Ponan ke 46

0 5

Tari Eko Prawiro

Tari Eko Prawiro merupakan sebuah tarian yang menggambarkan tentang kegagahan sekelompok prajurit yang sedang berlatih perang, dimana para prajurit ini sangat mahir menggunakan pedang dan tameng. Tari Eko Prawiro merupakan tarian Jawa Gaya Surakarta yang pada dasarnya tarian ini mengikuti 3 teknis Gaya Surakarta yaitu wiraga (kemantapan), wirama (kesesuaian gerak dan irama) dan wirasa (ungkapan jiwa).

Selain ketiga aturan diatas tadi tarian gaya Surakarta juga mengikuti hasta sawanda yang artinya delapan aturan yang digunakan untuk bekal menjadi seorang penari yang baik diantaranya pancake (posisi), pancat (aturan gerak), ulat (ekspresi), lulud (penyatuan gerak dan gendhingnya), wiled (kebenaran gerak tari), luwes (tidak kaku), wirama (pengiring tarian), gendhing (irama tarian).

Berdasarkan bentuk penyajiannya Tari Eko Prawiro ini merupakan tarian tunggal, tapi seiring dengan perkembangan jaman, tarian ini dikareografikan menjadi tarian kelompok, dimana disini dituntut keseragaman gerak yang tinggi agar pertunjukannya lebih dinamis dan indah. Para penari harus menyamakan presepsi akan tariannya sehingga pementasan terlihat kompak, serasi satu sama lainnya.

Gerak tarian ini sangat sederhana, dimana pola lantainya dibuat simetris dengan banyak menghadap kedepan, dimana komposisinya ada bawah, tengah dan atas. Ragam geraknya antara lain, trecet yaitu gerakan kedua kaki membuka bergerak kesamping kanan dan kiri, tangan kiri kambang dengan membawa tameng serta tangan kanan membawa pedang. Kemudian dilanjutkan gerak balik kanan (menghadap kedepan) dan gerakan terakhir adalah sabetan pedang.

Busananya menggunakan iket kepala dengan warna merah dan emas dengan irah-irah dari kain wol warna hitam, sumping yang di kombinasi dengan warna putih dan merah dari kaon wol, kalung kace, klat bahu, gelang tangan, jarik dengan motip gordo, sampur, epek timang, boro saimir, uncal, sabuk, celana cindhe, gelang kaki. Sedangkan propertinya menggunakan pedang dan tameng. Riasan yang digunakan menggunakan riasan karakter make up yang membantu pembentukan karakter dan penjiwaan dari seorang prajurit yang gagah berani.

Iringan lagunya menggunakan gamelan klasik Jawa meliputi gender, kendang, demung, saron, kenong, kempul dan gong, dimana iramanya rancak yang memberi kesan beriringan dan kompak dengan gerak tariannya. Sedangkan gendhingnya menggunakan gendhing lancaran, srepeg dan palaran. Sebuah tarian lepas dengan ide penyusunannya yang kreatif dengan melihat sisi tentang keprajuritan yang dirangkai dengan elemen-elemen penunjangnya secara ekspresif dan lengkap serta utuh, yang mampu menumbuhkan kenikmatan bagi penikmatnya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/tari-eko-prawiro/

Leave A Reply

Your email address will not be published.